Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 13:55 WIB

Ada Sel Khusus WP 'Super' Bandel di Nusa Kambangan

Oleh : M fadil djailani | Jumat, 14 Juli 2017 | 17:01 WIB
Ada Sel Khusus WP 'Super' Bandel di Nusa Kambangan
Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan berjanji lebih serius dalam mengejar pengemplang pajak atau Wajib Pajak (WP) bandel. Khususnya mereka yang tunggakan pajaknya di atas Rp100 juta.

"Untuk di-gizjeling (penyanderaan) dan itu sudah inkracht (berketetapan hukum), nilainya minimal Rp100 juta ke atas, dan maksimal dia dimasukan ke Lapas dalam kurun dua kali enam bulan," tegas Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi di Kantornya, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Jika selama masa gizjeling, penunggak pajak tidak beritikad baik untuk melunasi tunggakan pajaknya, Ken mengatakan, petugas pajak bisa memindahkan WP bersangkutan ke Lapas Batu Nusakambangan. "Jadi, kalau bandel lebih dari enam bulan tidak bayar, maka kami pindahkan ke Nusakambangan," kata Ken.

Ken mengaku telah memberikan perintah khusus kepada 341 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) se-Indonesia. Mereka wajib menyandera satu WP per hari. Dengan syarat status tunggakan pajaknya telah berketetapan hukum tetap (inkracht) di pengadilan.

Informasi saja, kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, pada Rabu 12 Juli 2017 telah menyandera seorang penanggung pajak dengan inisial EB di Lapas Salemba, Jakarta.

EB adalah pemegang saham PT MMKU yang bergerak di bidang pertambangan emas dan perak yang memiliki utang pajak sebesar Rp2,37 miliar yang berasal dari tagihan pajak penghasilan serta pajak bumi dan bangunan untuk tahun pajak 2013, 2015, dan 2016.

"Ini gajzeling pertama yang dilakukan di Kalimantan yang memiliki 3 Kanwil. Agak nervous (gugup), tapi bisa berjalan lancar berkat bantuan semua pihak," kata\ Kepala Kanwil Pajak Kalimantan Timur dan Utara, Simon Jaya.

Penyanderaan terhadap EB lanjut Simon dilakukan setelah berbagai upaya penagihan yang dilakukan DJP, termasuk penyampaian Surat Teguran, Surat Paksa, dan penyitaan, tidak membuahkan hasil.

Tindakan penyanderaan ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi para penunggak pajak yang menolak melunasi utang pajaknya, dan mengabaikan upaya persuasif yang dilakukan DJP. [ipe]

Tags

 
x