Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 13:58 WIB

Ingin Bisnis tak Punya Modal, Cobalah Kredit UMi

Oleh : - | Sabtu, 15 Juli 2017 | 04:09 WIB
Ingin Bisnis tak Punya Modal, Cobalah Kredit UMi
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah menerbitkan regulasi (PMK 22/2017) tentang Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro dengan kebutuhan pembiayaan di bawah Rp 10 juta.

Pelaksanaan program pembiayaan tersebut dilakukan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yaitu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) termasuk Koperasi sebagai penyalur pembiayaan UMI.

"Program Pembiayaan UMI merupakan bagian dari program pemerintah di tahun 2017 yang ditujukan untuk pembiayaan usaha masyarakat," ujar Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kemenko Perekonomian, Iwan Faidi dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Tahun 2017, lanjut Iwan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun yang diperuntukkan bagi program pembiayaan UMI. "Pembiayaan UMI ini diharapkan bukan hanya menjadi modal usaha, tetapi juga dapat menjadi modal dalam pembentukan karakter wirausaha di masyarakat," kata Iwan.

Adapun sasaran pembiayaan UMi adalah usaha mikro dengan kriteria: i) Tidak sedang dibiayai oleh lembaga keuangan atau koperasi; ii) Dimiliki oleh warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan NIK elektronik; iii) Memiliki izin usaha/keterangan usaha dari instansi Pemerintah atau surat pernyataan usaha dari Penyalur.

Kepala Pusat Pemerintah Kementerian Keuangan, Syahrir Ika menegaskan, Pembiayaan UMi merupakan komplementer dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga sifatnya saling melengkapi.

Ia juga menjelaskan bahwa PIP bertindak sebagai coordinate fund dan menyalurkan pembiayaan UMi kepada debitur melalui LKBB, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui lembaga linkage.

"Pendampingan yang intens juga menjadi kunci keberhasilan model pembiayaan ini sehingga tingkat pembiayaan bermasalah menjadi sangat rendah," lanjutnya.

Sementara itu Direktorat Sistem Manajemen Investasi Kementerian Keuangan, Sugiarso menyatakan, pembiayaan UMi merupakan peluang bagi pelaku usaha mikro untuk mendapatkan kredit dengan persyaratan yang tidak terlalu memberatkan. "Semoga setelah nanti diresmikan, program ini betul-betul dapat menyasar semua provinsi, khususnya daerah terpencil," Kata Sugiarso.

Asisten Deputi Simpan Pinjam Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Husein menjelaskan, UKM di Indonesia yang berjumlah sekitar 57 juta, mayoritas merupakan anggota koperasi. "Untuk itu, koperasi diharapkan dapat berperan aktif dalam menyalurkan pembiayaan UMi," terang Husein. [ipe]

 
x