Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 07:41 WIB

BI Nilai Struktur Pertumbuhan Ekonomi Imbang

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 16 Juli 2017 | 16:44 WIB
BI Nilai Struktur Pertumbuhan Ekonomi Imbang
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur sumber pertumbuhan ekonomi yang berimbang, baik antar sektor ekonomi maupun antar daerah, sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kesinambungan pertumbuhan ekonomi.

Dinamika perekonomian nasional beberapa tahun terakhir memberikan pelajaran penting. Artinya struktur perekonomian yang terkonsentrasi hanya kepada beberapa sektor, terutama kepada sektor komoditas primer, dapat menyebabkan perekonomian Indonesia rentan terhadap gejolak global.

"Untuk itu, berbagai langkah terintegrasi untuk memperluas diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah yang masih banyak ditopang komoditas primer, perlu terus didorong," demikian mengutip keterangan resmi BI, akhir pekan ini.

Demikian kesimpulan yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia yang diinisiasi bersama oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jumat (14/7/2017} di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Rapat dihadiri oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perhubungan, dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya. Rapat juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Kalimantan Utara, serta para Pejabat dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Bupati dan Walikota di Kalimantan Timur.

Rapat Koordinasi mengidentifikasi bahwa strategi memperluas diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi di daerah perlu diarahkan kepada tiga kebijakan utama. Pertama, memperkuat pembangunan infrastruktur dasar daerah, terus mengembangkan investasi sumber daya manusia yang terampil, dan memperkuat tata kelola birokrasi.

Kedua, mengoptimalkan berbagai potensi sektor ekonomi daerah, baik melalui diversifikasi vertikal (hilirisasi) maupun horisontal. Ketiga, mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri secara terpadu.

 
x