Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 18:53 WIB

Ekspor Disalip Malaysia, Kemendag Baru Bergerak

Oleh : - | Senin, 17 Juli 2017 | 12:15 WIB
Ekspor Disalip Malaysia, Kemendag Baru Bergerak
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda Imbang Jaya - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perdagangan melakukan diplomasi dan promosi produk sawit berkelanjutan dan turunannya di Jepang. Tak mau kalah dengan Malaysia yang nilai ekspornya melejit signifikan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda Imbang Jaya, Jumat (14/7/2017), mengatakan, langkah ini dilakukan guna meraih target peningkatan ekspor nonmigas sebesar 5,6%. "Khusus untuk Jepang, dikarenakan terjadi penurunan di 2016, maka target ekspor non-migas Indonesia ke Jepang untuk 2017 ditetapkan naik 2,9% menjadi US$13,59 miliar," ungkap Arlinda.

Menurut Arlinda, peluang pasar produk kelapa sawit di Jepang masih sangat berpotensi untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan. Indonesia merupakan pemasok terbesar kedua dengan share 27,5%.

Hanya saja, angka ekpor sawit Indonesia ke Jepang, masih jauh di bawah Malaysia yang menjadi pemasok terbesar dengan share 72%. Jepang merupakan salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia.

Nilai ekspor produk kelapa sawit Indonesia ke Jepang pada 2016 mencapai US$210,22 juta. Dalam lima tahun ini, tren ekspor produk sawit Indonesia ke Jepang rata-rata 30,24%. Sedangkan impor produk sawit Jepang dari dunia pada 2016 sebesar US$450 juta. Relatif kecil mengingat Jepang merupakan negara industri utama dunia.

Arlinda bilang, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan produksi sawit yang berkelanjutan, sehingga menguntungkan secara ekonomi dengan memperhatikan aspek social dan ramah lingkungan.

"Indonesia siap memenuhi permintaan 100% minyak sawit berkelanjutan. Untuk itu, kami ingin menekankan bahwa sawit dan produk turunannya yang diimpor Jepang dari Indonesia adalah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," kata Arlinda.

Di depan lebih dari 120 pelaku usaha yang hadir, Arlinda mengatakan dan meyakinkan mereka, bahwa pemanfaatan minyak sawit yang sesuai untuk pembuatan dan pengolahan produk makanan di Jepang dapat memberikan keuntungan bagi para penggunanya. "Harga minyak sawit yang lebih murah dibandingkan minyak nabati lain dapat menjadi salah satu sumber bahan bakar terbarukan. Minyak sawit juga bermanfaat bagi kesehatan," kata Arlinda.

Jepang, lanjut Arlinda, memiliki kapasitas untuk mengembangkan industry hilir selain konsumsi kelapa sawit untuk minyak goreng, seperti produk komestik dan kecantikan, serta produk perawatan diri."Dengan semakin banyak industry hilir, maka akan semakin menguatkan posisi Jepang sebagai pemain utama dalam perdagangan global," imbuhnya.

Arlinda optimis kunjungan kerja ini merupakan salah satu langkah yang efektif guna mempromosikan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia serta memperluas jaringan pendukung sawit di Jepang.

Pemerintah Indonesia terus berupaya mempromosikan dan memfasilitasi pertumbuhan sector sawit karena menyangkut penghidupan para petani yang bekerja di atas lahan seluas 42% dari total lahan

Perkebunan sawit. Selain itu, Indonesia juga telah melaksanakan kewajiban skema sertifikasi berkelanjutan yang dikenal dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan bersifat wajib sejak tahun 2011. Sertifikasi tersebut menjamin semua pelaku usaha sawit di Indonesia, baik skala besar maupun kecil, memenuhi standar keberlanjutan yang tinggi. [tar]

 
x