Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:56 WIB

Raja Jawa Murka, Tol Kulon Progo-Borobudur Batal

Oleh : - | Senin, 17 Juli 2017 | 18:50 WIB
Raja Jawa Murka, Tol Kulon Progo-Borobudur Batal
Sri Sultan Hamengkubuwono XI dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Yogyakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono memastikan, tidak akan ada pembangunan tol dari Bandara Internasional Kulon Progo menuju Candi Borobudur, Magelang.

"Bukan itu maksudnya, memang yang tidak diperlukan adalah Jalan Tol dari Bandara Kulon Progo ke Borobudur," kata Basuki setelah menghadiri Seminar Nasional dengan tema Pembangunan Infrastruktur Indonesia dalam rangka menunjang Pertumbuhan Ekonomi di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (17/7/2017).

Pernyataan itu merespons pernyataan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X yang menegaskan penolakan terhadap rencana pembangunan tol di DI Yogyakarta.

Masih kata Basuki, untuk pembangunan jalan tol dari Bandara Internasional, Kulon Progo ke Kota Yogyakarta tetap diperlukan dengan tujuan masyarakat atau wisatawan yang tiba di bandara itu bisa menikmati objek wisata di Yogyakarta.

Apabila jalan tol dibangun dari Bandara Kulon Progo langsung ke Candi Borobudur, dikhawatirkan wisatawan tidak mampir ke kota gudeg itu. "Tol dari bandara ke Yogyakarta itu supaya orang menikmati Yogyakarta," terang Basuki.

Ia mengatakan berkaitan dengan pembangunan akses Jalan Tol dari Bandara Kulon Progo yang memiliki nama New Yogyakarta International Airport (NYIA) ke Yogyakarta, saat ini Kementerian PUPR memang memiliki program pembangunan jalan tol dari Tasik-Cilacap-Yogyakarta-Solo yang dikerjakan oleh PT Jasa Marga.

Menurut dia, rencana proyek pembangunan Jalan Tol di Yogyakarta itu tidak berbeda dengan proyek pembangunan Trans Jawa di wilayah pantai utara (pantura) yang akan menghubungkan Jakarta-Cikampek-Palimanan-Semarang. "Kalau Trans Jawa itu di wilayah Pantura. Sedangkan di wilayah selatan dimulai dari Tasik, Cilacap, Jogja, dan Solo," kata Basuki.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X menolak pembangunan jalan tol di wilayahnya karena khawatir mengganggu stabilitas perekonomian warga DIY. "Di DIY tidak ada jalan tol, bukannya tidak boleh, pemerintah pusat juga sepakat (tidak ada tol)," kata Sultan saat syawalan bersama Pemkab dan Masyarakat di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunung Kidul, Kamis (13/7/2017).

Sultan mengatakan, pada 2019, bandara baru di Kulon Progo akan beroperasi. Untuk memudahkan akses akan dibangun jalan lebar empat jalur, namun bukan tol.

Selain itu, jalan yang menghubungkan Yogyakarta-Solo untuk wilayah Prambanan, lebih baik menggunakan jalan baru atau di atas jalan lama khususnya di wilayah Prambanan karena di sana masih ada batuan candi. "Kalau di luar DIY silakan, seperti di Bawen sampai Salatiga karena geografisnya jurang," kata Sultan. [tar]

Komentar

 
x