Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 07:30 WIB

Tim Ekonomi Layak Masuk Radar Reshuffle Jokowi

Oleh : Herdi sahrasad | Selasa, 18 Juli 2017 | 00:39 WIB
Tim Ekonomi Layak Masuk Radar Reshuffle Jokowi
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sinyal reshuffle kabinet makin jelas, apalagi Presiden Joko Widodo menyatakan, dirinya merasa belum puas dengan kinerja tim ekonomi kabinetnya.

Kegagalan Darmin Nasution-Sri Mulyani perbaiki ekonomi sangat meresahkan Presiden Jokowi. Maka, isu perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja rezim Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) semakin santer terdengar.

Sejauh ini ekonomi mengalami kontraksi dan pemotongan anggaran makin membuat ekonomi melemah. Sementara nilai tukar rupiah atas dolar AS yang melemah berdampak pada kemampuan perusahaan-perusahaan yang bahan bakunya berasal dari luar negeri.

Dengan demikian, biaya untuk mengimpor bahan baku akan semakin mahal, dan akibatnya harga produk yang dihasilkan juga akan menjadi mahal.

Beberapa waktu lalu, Jokowi melalui Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, mengungkapkan, bahwa memasuki tahun ketiga pemerintahan, Jokowi merasa masih banyak sektor yang harus diperbaiki. Dan salah satu yang menjadi perhatian Presiden adalah bidang ekonomi. Sebab, sektor ini memiliki dampak yang besar bagi masyarakat.

Harus diakui, ekonomi era Presiden Jokowi memburuk dan membuat rakyat frustasi akibat Neoliberalisme Darmin- Sri Mulyani yang menghancurkan daya beli rakyat. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini dinilai sebagai pertumbuhan terlambat dan terburuk dari tahun-tahun sebelumnya di era SBY.

Banyak pihak menganggap, jika tim perekonomian kabinet kerja besutan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelas tidak mampu membangun ekonomi Indonesia dan pro terhadap rakyat.

Mengingat ekonomi sudah amat lemah maka sebaiknya Presiden Jokowi segera melakukan reshuffle kabinet di sektor perekonomian, sebelum segalanya terlambat dan frustasi rakyat meledak jadi huru-hara kekecewaan massal.

Maka tim ekonomi harus dirombak agar bisa melakukan inovasi yang kreatif dan tentu harus tepat sasaran serta harus bisa memberdayakan ekonomi kerakyatan. Karena sektor ekonomi adalah indikator dari gerak pembangunan Indonesia.

Dalam hal ini, diperlukan sosok ekonom yang pro-ekonomi kerakyatan, berani mengambil kebijakan yang konstruktif dalam menata ulang perekonomian Indonesia, dan tentunya sosok ini harus pula dapat diterima serta dikenal oelh public maupun pasar dan bisa mewujudkan Nawa Cita Presiden Jokowi.

Para analis dan intelektual sudah mengingatkan, agar Presiden Jokowi dapat memilih sendiri nama tokoh dan ahli yang akan dicomotnya untuk menjadi pembantu di pemerintahan.

Jokowi diminta tak lagi meladeni permintaan sejumlah elite yang menginginkan agar orang-orangnya disisipkan dalam kabinet. Oleh sebab itu, reshuffle kabinet ditunggu, dengan harapan ekonomi bisa segera diperbaiki sesuai Nawa Cita dan Trisakti, dan daya beli rakyat bisa pulih lagi, bukan malah sebaliknya. [ipe]

 
x