Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 04:27 WIB

Pameran 17 Wanita seniman di Jakarta

Oleh : Bachtiar Abdullah | Jumat, 21 Juli 2017 | 22:07 WIB
Pameran 17 Wanita seniman di Jakarta
DR Hediana Utarti dan karyanya - Bachtiar Abdullah
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -Tujuh belas wanita seniman dari beragam usia, profesi, ras dan aliran seni memamerkan sejumlah karya mereka di Balai Budaya Jakarta pada 11- 19 Juli 2017.

Pameran bertajuk "Tangguh dalam Keberagaman" ini dimaksudkan sebagai ekspresi para wanita seniman yang tergabung dalam Kelompok 17 untuk merayakan keberagaman dalam kebersamaan tanpa sekat.

Kelompok 17" yang heterogen tapi memiliki perekat yang mengikat erat semangat kebersamaan dan kerinduan akan adanya suatu ruang atau wadah yang aman, nyaman dan bebas untuk mengekspresikan kepedulian sosial mereka terhadap situasi dunia sekarang ini, terutam Ibu Pertiwi kita Indonesia yang sedang dirundung duka oleh beragamnya konflik .

Di dalam wadah ini, keberagaman dalam berkarya dan kebhinekaan adalah sebuah kehormatan. Para wanita seniman ini saling berbagi, saling mendukung dan mengisi dengan jiwa kolaboratif dan Semangat kepedulian. Kelompok 17 ingin menularkan semangat keberagaman dalam kebersamaan yang tangguh demi terwujudnya kehidupan yang nyaman yang di dalam kebhinekaan Indonesia.

Para wanita seniman ini menampilkan karya seni lukis (Emma Sartika, Tini Jameen.Lebeth,Naomi, Priyanka,Susi natakusumah, Lindy Soegito, Sri Budi, Soraya Soegarda. Lucy Widyanti, Desy Helida, Farsya Z. Siregar,Hediana Utarti serta Reny Alwi), seni campuran lukis dan kriya (Lidya Poetrie, Soraya Spiro) dan seni foto (Mitu M. Prie).

Emma sartika adalah sarjana alumni Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia. Susi Natakusumah bahkan sudah menyelsaikan S3-nya di FISIP UI . Lidya Poetrie, 62 tahun, adalah dosen dan ketua Jurusan Keramik Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Yang termuda di antara para wanita pelukis adalah Farsya Z. Siregar (23 tahun). Ada pula pelukis Pryanka yang secara biologis adalah cucu almarhum Menteri Penerangan RI pada 1970an, Mashuri SH.

Satu-satu wanita pelukis yang bermukim dan berkarir di luar negeri adalah Hediana Utarti yang tinggal di San Francisco, Amerika Serikat. Hediana adalah doktor Ilmu politik lulusan University of Hawaii yang kini menjabat sebagai Community Projects Coordinator Asian Women's Shelter di wilayah San Francisco, California yang kerap menangani dan memberi perlindungan kepada para wanita migran Asia di Amerika Serikat.

Dalam karya seninya, DR Hediana menampilkan tiga tenaga kerja wanita berbaju seperti batik naik di atas sampan kecil di sungai yang membelah kota San Francisco dengan jembatan Golden Gate yang terkenal. Nereka ingin menggapai mimpi mereka di Bumi Amerika, meskipun banyak yang gagal.Sebagian karena diperdaya karenadijadikan wanita penghibur, ada pula yang tidak digaji secara layak hingga hidup mereka terlunta-lunta sengsara.Mereka inilah diayomi dan dilindungi oleh DR Hediana ke dalam organisasi nirlaba Asian Women Shelter di wilayah San Francisco.

Karya DR Hediana mewakili semangat wanita Indonesia untuk berkarya atau mencari kehidupan di negara yang dapat mengubah impian menjadi kenyataan, Amerika Serikat.

 
Embed Widget

x