Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 16:59 WIB

Pakai Data Lama, Menkeu Ani Sebut Kemiskinan Turun

Oleh : M fadil djailani | Selasa, 18 Juli 2017 | 15:10 WIB
Pakai Data Lama, Menkeu Ani Sebut Kemiskinan Turun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dengan rasa percaya diri setinggi langit, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia turun signifikan. Ternyata....

Hal itu disampaikan Ani, sapan akrab Sri Mulyani dalam Rapat Sidang Paripurna DPR RI ke-31 yang beragendakan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Tahun Anggaran 2016 di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Ternyata, Sri Mulyani melontarkan pernyataan tersebut mengacu kepada data 2016. Di mana, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,02%. Atau lebih tinggi ketimbang 2015 yang mencapai 4,8%. Sementara pendapatan per kapita mencapai Rp47,96 juta/tahun, lebih tinggi dibandingkan 2015 yang sebesar Rp45,14 juta/tahun.

Tingkat ketimpangan pengeluaran atau rasio gini 2016 membaik dibanding 2015, sebesar 0,402 menjadi 0,397. Sedangkan tingkat inflasi 3,02%, menurun dibandingkan 2015 sebesar 3,35%. Khusus inflasi 2016 merupakan yang terendah sejak 2010.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, pemerintah tetap mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan sepanjang 2016. Tercatat, tingkat pengangguran 5,6%, menurun dibandingkan 2015 sebesar 6,2%. Sedangkan angka kemiskinan 10,7%, atau menurun dibandingkan 2015 sebesar 11,2%.

Sementara nilai tukar rupiah pada 2016 berada di kisaran Rp 13.307 per US$. Atau menguat di tengah kecenderungan penguatan US$ karena keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Bexit), serta terpilihnya Donald trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Hanya saja, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data terbaru. Di mana, jumlah penduduk miskin pada Maret 2017 mencapai 27,77 juta orang, atau setara 10,64% dari total jumlah penduduk di nusantara.

Hal ini dihitung berdasarkan penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. "(Jumlah ini) bertambah sebesar 6,90 ribu orang dibandingkan kondisi September tahun 2016 yang hanya sebesar 27,76 juta orang atau 10,70%," ujar Kecuk Suhariyanto, Kepala BPS, beberapa waktu lalu.

Adapun, angka ini dikontribusi dari jumlah penduduk miskin di perkotaan sebanyak 7,72% dan penduduk miskin di pedesaan sebanyak 13,93%.

Jika dilihat dari data, jumlah penduduk miskin yang ada di kota pada Maret 2017 turun dibandingkan bulan September 2016 yakni sebesar 7,73% sementara jumlah penduduk miskin di pedesaan turun dari 13,96% pada September 2016. "Penurunan (angka kemiskinan) September ke Maret 2017 relatif lebih lambat dibanding periode sebelumnya," ujar Kecuk. [ipe]

 
Embed Widget

x