Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 18:39 WIB

Kuatkan Industri Baja, Airlangga Kerja Keras

Oleh : M fadil djailani | Jumat, 21 Juli 2017 | 02:29 WIB
Kuatkan Industri Baja, Airlangga Kerja Keras
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Banten - Indonesia memperkokoh daya saing industri baja nasional melalui penambahan kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan bahan baku di dalam negeri.

Potensi ini ditandai dengan beroperasinya PT Krakatau Osaka Steel (KOS), perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan Osaka Steel Co. Ltd. "KOS diharapkan mampu mengisi kekurangan suplai baja dalam negeri untuk memenuhi permintaan domestik yang semakin bertambah sekaligus menstimulasi industri bahan baku di Indonesia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers usai Peresmian Pabrik PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon, Banten, Kamis (20/7/2017).

Proyek KOS yang memiliki nilai investasi US$220 juta ini, merupakan generasi lanjutan dari pabrik baja long bar, dan akan menghasilkan baja tulangan, baja profil, baja C (channel), dan flat bar bagi kebutuhan proyek ifrastruktur dan industri otomotif dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun.

Airlangga menegaskan, jumlah kapasitas KOS tersebut akan mendukung target produksi nasional hingga 10 juta ton baja pada 2020. "Target ini hanya bisa tercapai apabila kita menaruh perhatian penuh pada pembangunan teknologi dan mendorong investasi baru di sektor ini," terang Airlangga.

Kementerian Perindustrian berharap, perusahaan yang berdiri di atas lahan seluas 21 hektar, bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 140 orang, terlibat dalam program pendidikan vokasi model link and match antara SMK dengan industri.

Selanjutnya, KOS dapat terus menerus memasok baja ber-SNI dengan stabil, seperti produk reinforced bars, equal angles, dan channels sehingga mampu memenuhi meningkatnya permintaan di sektor konstruksi dan proyek infrastruktur. "Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kami mendukung pembangunan dan ekspansi selanjutnya," tambah Airlangga.

Presiden KOS Masahiro Takahashi menyatakan, perusahaan akan memperkuat pasokan produk baja berkualitas tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan serta berkomitmen untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kami dapat menghasilkan produk baja profil berkualitas tinggi dan memenuhi standar internasional untuk menara transmisi listrik dan strutur baja lainnya. Kualitas baja kami terlihat dari ukuran, panjang, ketebalan, dan kelurusan," paparnya. Misalnya, untuk pembangunan jalan tol dan perkeretaapian, KOS mampu memproduksi baja tulangan S50 yang memiliki ketebalan dengan diameter 50mm.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan menyampaikan, industri baja merupakan komponen fundamental dalam pembangunan nasional. "Maka industri ini disebut sebagai mother of industries," tuturnya.

Artinya, sektor ini sebagai tulang punggung aktivitas industri lainnya, seperti industri permesinan dan peralatan, otomotif, maritim dan elektronik. Selain itu, produk baja merupakan komponen utama sektor infrastruktur, mulai dari bangunan dan properti, jalan dan jembatan, hingga telekomunikasi dan listrik.

"Pemerintah memang tengah memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor infrastruktur atas pertimbangan pentingnya sektor tersebut dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan," terang Suryawirawan.

Berdasarkan data World Economic Forum, Indonesia menduduki posisi ke-62 dalam ketersediaan infrastruktur, atau masih di bawah negara ASEAN lain seperti Singapura peringkat ke-2, Malaysia ke-24, dan Thailand menempati ke-49.

Pada 2017, porsi infrastruktur di APBN meningkat 80% dari tahun sebelumnya dengan total Rp387,3 triliun. "Situasi ini menciptakan peluang bagi sektor industri untuk tumbuh dan berkembang lebih lanjut, sesuai dengan kebutuhan akan produk baja," ungkap Suryawirawan. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x