Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 07:48 WIB

Buntut Beras Maknyuss, Ini Kelemahan Pemerintah

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 27 Juli 2017 | 14:09 WIB
Buntut Beras Maknyuss, Ini Kelemahan Pemerintah
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha sebut pemerintah tak memiliki standar mutu komoditas pertanian, khususnya beras. Akibatnya tata niaga yang baik dan upaya menciptakan ketahanan pangan, sulit dicapai.

"Kelemahan lain di pertanian, adalah spesifikasi standar mutu pertanian ga jelas," kata Franky Welirang, Ketua Komite Tetap Kadin bidang Ketahanan Pangan, di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Franky menjelaskan, selama ini, belum ada standar mutu dari benih. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab pemerintah. Sebab, petani hanya menanam saja. Padahal, kata Franky, benih ini akan menentukan tinggi rendahnya permintaan konsumen akhir.

Selain standar mutu, lanjut dia, pengusaha juga sangat memerlukan akurasi data. Hal ini akan menentukan berapa besar perencanaan investasi dan pasokan dalam jangka panjang.

"Akurasi data pangan statistik pangan nasional ini sangat penting bagi kami. Dalam pertanian pasti ada musiman untuk panen. Nah sedangkan industri pasti dia butuh setiap hari," tutur Franky.

Industri, kata Franky, mesti mengetahui kapan bahan baku bakal panen dan dimana saja lokasinya. Disamping itu, ada keperluan logistik untuk mengangkutnya baik darat, ataupun laut.

Apalagi, kata dia, produk pertanian ada yang sifatnya bisa disimpan dalam jangka waktu lama dan juga ada yang tidak. "Ada risiko itu akibat penyimpanan. Data daerah tidak hanya sekedar hasil produksi lalu industrinya bisa jalan," ungkap Franky.

Data yang lengkap, kata Franky, sampai hari ini belum bisa didapatkan pengusaha, akibatnya pengusaha mengalami kesulitan dalam mensinkronisasi perencanaan stok bahan baku dan penyediaan dana. "Data kepastian itu yang tidak pernah ada sampai hari ini. Akbiat dari hal ini akan terjadi inefisiensi kekurangan dan tidak memberi suatu kepastian usaha," tuturnya. [ipe]

Komentar

 
x