Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:35 WIB

Subsidi Energi Dipangkas, Daya Beli Makin Rontok?

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 29 Juli 2017 | 00:39 WIB
Subsidi Energi Dipangkas, Daya Beli Makin Rontok?
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Alokasi subsidi energi dalam APBNP 2017 turun dari usulan dalam RAPBN-P 2017 yang diajukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dikhawatirkan berdampak kepada daya beli masyarakat.

Atas hal ini, Sri Mulyani buru-buru membantahnya. Daya beli masyarakat tetap terjaga dengan naiknya dana untuk Program Keluarga Harapan (PKH)."Kalau dari sisi total penerima PKH dan masyarakat miskin tidak ada perubahan. Kalau itu justru malah akan ada kenaikan dan oleh karena itu persiapan untuk peningkatan akan terus dilakukan terutama dalam mengidentifikasi dalam pendistribusian," kata Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berjanji akan terus memonitor penyaluran dana subsidi melalui program PKH agar tepat guna dan sasaran.

Tentu saja agar penurunan subsidi energi tidak menggerus daya beli masyarakat. "Tadi juga salah satunya termasuk yang disampaikan oleh LPS munculnya akun-akun baru yang merupakan transfer dari APBN langsung kepada masyarakat yang penerima subsidi itu, kita akan terus melihat dari kelompok menengah terutama terkena dampak dari listrik yang terutama yang 900VA," kata Sri Mulyani.

Sepanjang semester I-2017, lanjut Sri Mulyani, penyaluran dana PKH, jauh lebih baik ketimbang semester I-2016. "Kalau dari sisi jumlah transfer atau dalam hal ini injeksi ke ekonomi dari sisi APBN, belanja yang dilakukan pemerintah itu tahun ini semester I lebih tinggi dibandingkan tahun lalu jadi kita masih melihat adanya net positif dari operasi fiskal kita," papar Sri Mulyani.

"Jadi overall kita akan lihat terus. Memang selalu kalau ada pandangan dari lapisan masyarakat tertentu, dari region tertentu, dari kelompok usaha tertentu ya kita akan lihat apakah ada masalah yang lebih serius yang harus kita perhatikan dari sisi policy respons," lanjut Sri Mulyani.

Ya, berdasarkan RAPBNP 2017, subsidi energi diusulkan Rp101,19 triliun. Namun setelah pembahasan di DPR disepakati turun menjadi Rp89,86 triliun. Terbagi untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji (3 kilogram) sebesar Rp44,49 triliun, serta subsidi listrik Rp45,38 triliun. [ipe]

 
x