Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:18 WIB

KSSK Jamin Ekonomi Kuartal II-2017 Sangat Aman

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 29 Juli 2017 | 02:29 WIB
KSSK Jamin Ekonomi Kuartal II-2017 Sangat Aman
Menteri Keuangan Sri Mulyani - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyebut, perekonomian nasional sepanjang kuartal II-2017, aman-aman saja. Tidak perlu khawatir bakal terjadi gejolak ekonomi.

Meski begitu, masih kata KKSK, tetap waspada dalam mencermati dinamika ekonomi dunia."Kita melakukan report dari keseluruhan sektor keuangan, dari sisi makroprudensial, dari sisi fiskal, dan bagaimana interaksi mereka. Jadi hal yang sifatnya positif adalah ekonomi tetap berjalan baik, kondisi sektor keuangan dalam posisi normal stabil," kata Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Keputusan KKSK ini terbit setelah rapat berkala, Kamis (27/7/2017) di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta. Dalam rapat hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Ketua LPS Halim Alamsyah, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Sri Mulyani menjamin, stabilitas sistem keuangan sangat aman selama kuartal II-2017. Hal itu ditopang fundamental ekonomi yang baik. Di mana, terjadi deflasi di harga pangan, dan inflasi selama Lebaran relatif terkendali. "Kondisi ekonomi sepanjang kuartal II 2017 ditopang dengan kondisi ekonomi yang baik, seperti kaju inflasi yang terkendali, harga pangan yang cukup stabil," kata Sri Mulyani.

Namun faktor eksternal, lanjut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, harus tetap menjadi perhatian. Semisal, penaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Fed Fund rate (FFR), perekonomian China (Tiongkok), geopolitik global dan regional, tekanan harga komoditas terutama harga minyak mentah.

Bagaimana dengan risiko di dalam negeri? Sri Mulyani menyebut, masih melambatnya pertumbuhan kredit khususnya sektor pertambangan, dan ekspor. Maalah lainnya adalah, inflasi bisa ditahan rendah namun daya beli cenderung menurun.

"Indikasi yang harus kita teliti lagi dari sektor keuangan adalah pertumbuhan kredit, dari sisi sektor riil adalah denyut atau komposisi dari kegiatan ekonomi apakah itu dari retail yang barangkali lebih membuat headline tapi juga sektor lain seperti pertambangan dan kemudian sektor seperti ekspor. Kita juga perlu lihat daya beli masyarakat walau dalam hal ini inflasinya cukup rendah kalau dibandingkan lebaran tahun lalu," papar Sri Mulyani. [ipe]

Komentar

 
x