Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:25 WIB

Kisruh HET Beras, Menteri Enggar Masih Pikir-pikir

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 29 Juli 2017 | 05:09 WIB
Kisruh HET Beras, Menteri Enggar Masih Pikir-pikir
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bilang, Permendag 47/2017 yang mengatur harga eceran tertinggi (HET) untuk beras sebesar Rp9.000 per kilogram, belum resmi berlaku.

Enggar, sapaan akrab Enggartyasto bilang, sebelum memberlakukan permen tersebut akan berdiskusi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders). "Kita akan duduk bersama. Kita bentuk tim mulai hari Senin (depan) kayak urusan gula sama minyak goreng. Keputusan ada di pemerintah, tapi kita minta masukan. Jadi kita duduk dulu, selesai itu baru diputus," kata Enggar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Enggar akan mendiskusikan hal ini dengan tim yang terdiri dari Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Food Station Cipinang, Kementerian Pertanian dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Agar ada kesepakatan mengenai harga acuan terbaik untuk seluruh pihak.

"Nanti kita atur, makanya kita duduk dan dibentuk tim. Pengusaha dari Perpadi, koperasi, food station, KPPU. Kita duduk dan kita susun serta Kementan pasti. Susun jenis berasnya seperti apa, tapi yang pasti dagang-dagang saja," ujar Enggar.

Enggar mengakui, aturan ini berdampak kepada berkurangnya pasokan beras di pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Dari volume normal sebesar 3.000-4.000 ton per hari, melorot menjadi 1.800 ton per hari.

Penurunan stok beras di pasar induk itu, diakibatkan kegelisahan para pengepul dan supplier untuk memasok beras. "Tapi mereka takut bagaimana supaya tidak dituduh timbun, nah kalau gitu daftar. Saya bilang, kalau gudang tidak terdaftar kalau disegel jangan salahin saya," kata Enggar. [ipe]

Komentar

 
x