Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 04:41 WIB

1

BKPM Berburu Investasi Hingga ke Negeri China

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 29 Juli 2017 | 06:09 WIB
BKPM Berburu Investasi Hingga ke Negeri China
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing mengadakan Roadshow Promosi Investasi di bidang infrastruktur (market sounding).

Roadshow dilakukan di dua kota besar di China (Tiongkok), yaitu Beijing (25/7/2017) dan Tianjin (27/7/2017). Delegasi dipimpin Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea bersama pejabat Kemenko Perekonomian, Kementerian ESDM, KPPIP, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, PT PLN, dan Badan Pengembangan Otorita Danau Toba (BPODT).

Tamba mengatakan, proyek-proyek yang ditawarkan antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung dan Integrated Tourism Projects Danau Toba di Sumatera Utara, Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara, 15 proyek pembangkit listrik, 5 proyek jalan tol dan 5 proyek dengan Skema Pembiayaan Infrastruktur Non-APBN atau PINA (Business to Business).

"Jadi nilai proyek yang ditawarkan mencapai Rp 217 triliun terdiri dari proyek jalan tol sebesar Rp42 triliun, proyek pelabuhan laut senilai Rp60 triliun, pembangkit listrik Rp100 triliun dan proyek integrated tourism resort sebesar Rp15 triliun," ujar Tamba dalam keterangan pers kepada media di Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Delegasi BKPM memilih China dalam roadshow promosi investasi infrastruktur, lantaran tingginya minat dari pelaku bisnis di di negeri Tirai Bambu. "Bentuk pembiayaan infrastruktur yang didorong oleh pemerintah adalah Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Selain itu, proyek-proyek infrastruktur dapat juga ditawarkan kepada para investor dengan skema Pembiayaan Infrastruktur Non-APBN," papar Tamba.

Acara ini dibuka Duta Besar RI untuk China, Soegeng Rahardjo, dan Tamba didaulat menjadi keynote speech. Kegiatan promosi investasi di Beijing digelar 25 Juli 2017 bertajuk Market Sounding of PPP Infrastructure Projects in Indonesia.

Dalam forum ini, BKPM menggandeng China Export & Kredit Insurance Corporation (Sinosure). Perusahaan BUMN Tiongkok ini bertugas memberikan asuransi ekspor dan kredit kepada pengusaha Tiongkok yang berinvestasi di luar negeri, termasuk ke Indonesia.

Acara di Beijing dihadiri 273 peserta dari 155 perusahaan terkemuka. Sedangkan acara di Tianjin dihadiri 55 peserta dari 22 perusahaan besar.
Vice President Sinosure, Zha Weimin bilang, acara Market Sounding ini sangat menarik perusahaan-perusahaan Tiongkok, karena menampilkan peluang investasi di sejumlah proyek riil. "Hal ini terlihat dari tingginya jumlah peserta yang hadir," ungkap Zha.

Berdasarkan data BKPM, Tiongkok merupakan salah satu kontributor utama realisasi investasi. Periode Januari-Juni 2017, China berada di peringkat tiga dengan nilai investasi US$ 2 miliar.

Tapi, masih di bawah Singapura dengan nilai investasi US$3,7 miliar dan Jepang US$2,8 miliar. Posisi Tiongkok masih di atas Hongkong sebesar US$1 miliar. Berdampingan dengan investasi Amerika Serikat (AS) senilai US$1 miliar. [ipe]

 
x