Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 04:17 WIB

1

Gaduh Beras Maknyuss Bisa Bikin Pengusaha Kapok

Oleh : 1 | Sabtu, 29 Juli 2017 | 14:15 WIB
Gaduh Beras Maknyuss Bisa Bikin Pengusaha Kapok
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, penyegelan beras gudang milik PT Indo Beras Unggul (IBU) oleh Satgas Pangan, bisa menjadi bumerang bagi iklim usaha di tanah air.

Kata Ketua Apindo, Anton J Supit, perkara beras yang bikin gaduh, dihawatirkan bisa memengaruhi investasi di masa depan. Apalagi bila perkara ini tidak segera dituntaskan dengan tepat. "Kegaduhan ini yang kita paling takut karena akan merembet kepada kepastian berusaha," kata Supit dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Menurut Supit, kekhawatiran ini, bila tidak segera diatasi, bisa menjadi bola liar. Tidak hanya berdampak kepada pengusaha lokal tetapi juga pihak luar negeri yang berniat investasi ke Indonesia.

Padahal, kata Supit, saat ini, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sangat berharap kepada masuknya investasi. Lantaran memberikan efek domino yang positif bagi perekonomian nasional. Terutama dalam mengurangi kemiskinan serta kesenjangan ekonomi. "Kalau mau menciptakan lapangan kerja maka investasi harus masuk. Kalau ada kebijakan yang mengakibatkan ketakutan maka bisa menimbulkan pengangguran," ucap Supit.

Ia berpendapat, penyegelan gudang beras yang menjadi ramai di masyarakat, bisa jadi karena instansi yang tidak paham fungsi dan tupoksinya masing-masing.

Di tempat terpisah, setelah mengadakan pertemuan tertutup sekitar dua jam dengan pengusaha beras, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan penarikan Permendag 47/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. "Agar tidak ada kekhawatiran bagi pedagang beras dalam kegiatan usahanya hingga mengakibatkan penurunan stok di Pasar Induk Beras Cipinang," kata Enggartyasto.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian bilang, beras yang disegel Satgas Pangan Mabes Polri di gudang milik PT IBU, Kedungwaringin, Bekasi pada Kamis (20/7), diduga proses produksi disubsidi uang negara. "Hal yang dimaksud subsidi adalah sektor produksinya yang disubsidi, pupuknya disubsidi, benihnya disubsidi," jelas Kapolri di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Sedangkan juru bicara PT Indo Beras Unggul Jo Tjong Seng menegaskan bahwa beras yang dijual dengan merek Cap Ayam Jago dan Maknyuss berasal dari gabah petani dan bukan menggunakan beras bersubsidi.

Dia menuturkan, di Jakarta, Minggu (23/7), pihaknya tidak mengetahui bahwa pembelian gabah dari petani yang menggunakan pupuk bersubsidi dilarang."Sampai saat ini kami tidak mengetahui adanya peraturan larangan pembelian gabah yang menggunakan pupuk bersubsidi," katanya pula.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR Viva Yoga Mauladi menyatakan, Satgas Pangan diharapkan dapat menggunakan data yang akurat karena memiliki fungsi yang sangat penting untuk mengawasi sejumlah kebutuhan pokok warga.

Menurut Viva, Satgas Pangan juga harus berhati-hati sehingga tidak disusupi kepentingan pihak tertentu atau terjebak dalam moral hazard dalam menangani suatu kasus. [tar]

 
x