Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:11 WIB

Gaduh HET, Inilah Kebijakan Baru Mendag Enggar

Oleh : Uji Sukma Medianti | Minggu, 30 Juli 2017 | 10:53 WIB
Gaduh HET, Inilah Kebijakan Baru Mendag Enggar
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menekankan pengusaha/distributor beras dan barang pokok lainnya untuk mendaftarkan perusahaannya dan secara rutin melaporkan data gudang dan stoknya.

Hal ini dikatakan Enggar, untuk melindungi kestabilan harga dan pasokan. Enggar menyebut, pendaftaran perusahaan diperlukan untuk mengetahui pasokan barang pokok untuk mengantisipasi saat ada kekurangan pasokan.

"Jika ditemukan ada oknum yang bermain atau ada kecenderungan penimbunan maka akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku," jelasnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (30/7/2017).

Sebelumnya, kalangan petani dan pedagang besar dibuat gaduh oleh adanya beleid baru yang mengatur tentang harga eceran tertinggi (HET) ditingkat konsumen.

Hal itu tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun 2017 yang merupakan revisi dari Permendag Nomor 27 Tahun 2017.

Belakangan, Enggar memilih untuk 'menangguhkan' beleid itu, dengan alasan belum diundangkan. Hal ini cukup membuat pedagang resah. Lantaran beleid itu mengatur HET beras ditingkat konsumen dipukul rata Rp9.000/kg.

"Untuk itu, yang berlaku saat ini adalah Permendag No. 27 Tahun 2017 yang
mengatur harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen," imbuhnya.

Ihwal beleid yang tak jadi diundangkan itu juga, Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) hanya memasok beras 1.800 ton terhitung Jumat (28/7/2017).

Dia berharap pasokan bisa meningkat kembali dan transaksi berjalan normal, sehingga tak terjadi kekurangan stok di pasar dan menimbulkan kecurigaan penimbunan.

"Pedagang diharapkan melakukan transaksi dengan normal dan memperhitungkan margin keuntungan yang wajar. Jangan sampai gudang penuh dengan stok petani yang tidak terjual sehingga terjadi kekurangan stok di pasar," terangnya.

 
x