Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:26 WIB

Pertamina Cilacap Produksi Pertamax Standar Euro-4

Oleh : - | Senin, 31 Juli 2017 | 19:08 WIB
Pertamina Cilacap Produksi Pertamax Standar Euro-4
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Cilacap - PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, mulai memroduksi bahan bakar minyak berstandar Euro 4 berupa Pertamax High Quality nan ramah lingkungan.

Produksi perdana Pertamax High Quality tersebut dilakukan secara simbolis dengan penekanan tombol sirine oleh Senior Vice President Refining Operation PT Pertamina (Persero) Ardhy Mokobombang di Gedung Patra Graha, Cilacap, Senin (31/7/2017).

General Manager Pertamina RU IV Cilacap, Nyoman Sukadana mengatakan Pertamax High Quality diproduksi RU IV di kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), yaitu Prime-G Unit dengan kapasitas 37,6 ribu barel per stream day, melalui proses penghilangan sulfur pada Selected Hydrogention Unit dan Hydrogen Desulfurization Unit.

Menurut Sukadana, komponen Pertamax High Quality terdiri atas RCC Naphtha 46% dan Platformate ex Platformer II sebesar 54% dengan kemampuan produksi 1.100 metrik barel per bulan.

"Kandungan sulfur maksimal 50 ppm ini sesuai dengan baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/-KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O," kata Sukadana.

Ia mengatakan, dalam peraturan tersebut telah ditetapkan, gas buang kendaraan bermotor maksimal 50ppm, sehingga masyarakat akan mendapatkan produk Pertamax dengan kualitas yang tinggi dan ramah lingkungan dengan gas buang yang lebih sedikit.

Menurut dia, saat ini, Indonesia masih menggunakan standar emisi Euro 2 dengan kandungan sulfur maksimal 300ppm. "Standar Euro global saat ini sudah mencapai Euro6. Oleh karena itu, penggunaan Euro4 pada Pertamax High Quality ini akan sangat membantu dalam mengurangi polusi udara di Indonesia," kata Sukadana.

Kendati angka oktannya (Research Octane Number/RON) sama seperti Pertamax biasa atau reguler yang sebesar 92, Nyoman mengatakan Pertamax High Quality mempunyai keunggulan yang lebih banyak lagi, yakni memiliki kemampuan pembakaran yang lebih baik.

Sehingga membuat penggunaan bahan bakar lebih efisien, bebas dari timbal, lebih eco friendly, serta membuat performa kendaraan menjadi lebih baik dan menjaga mesin dengan kandungan sulfur yang sangat rendah.

Sedangkan, Ardhy mengatakan, sejak Januari-Desember 2017, Pertamina mulai memroduksi bahan bakar berkualitas tinggi seperti Pertamax Turbo High Quality dan Pertamax High Quality di RU VI Balongan, Pertamax High Quality di RU IV Cilacap, serta Pertadex High Quality di RU II Dumai dan RU V Balikpapan.

Kata Ardhy, seluruh produk bahan bakar berkualitas tinggi tersebut akan diluncurkan secara massal ke pasaran pada tanggal 10 Desember 2017. "Saat ini, sedang dilakukan uji pasar melalui sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Medan. Untuk sementara harganya masih sama dengan harga Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertadex namun nantinya teman-teman dari Pemasaran akan melakukan penyesuaian harga," kata Ardhy.

Lebih lanjut, Ardhy mengatakan ke depan, seluruh produk Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertadex akan menjadi produk "high quality" sesuai dengan regulasi yang berlaku saat ini.

Menurut dia, manajemen Pertamina masih mendiskusikan nama baru bagi produk bahan bakar kualitas tinggi tersebut namun untuk sementara masih menggunakan sebutan "high quality" di belakang nama masing-masing produk tersebut.[tar]

Komentar

 
x