Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:53 WIB

Kajian Proyek KA Jakarta-Surabaya Sudah Rampung

Oleh : - | Kamis, 3 Agustus 2017 | 17:38 WIB
Kajian Proyek KA Jakarta-Surabaya Sudah Rampung
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rencana pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, kelihatannya semakin mendekati kenyataan. Minggu depan, hasil kajian awal bakal diserahkan kepada Kemenko Kemaritiman.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto bilang, hasil kajian awal proyek revitalisasi jalur kereta Jakarta-Surabaya, sudah rampung. "Pra-FS itu sebenarnya baru selesai Desember mendatang. Tapi, paling tidak, minggu depan kita usahakan secara ringkas sudah bisa diambil kesimpulan," kata Unggul usai penganugerahan gelar Perekayasa Utama Kehormatan di Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Kata Unggul, kajian awal itu bukan prastudi kelayakan (pra-feasibility study/pra-FS), melainkan gambaran umum rencana proyek. Kesimpulan ini menyangkut opsi jalur kereta menggunakan jalur yang sudah ada atau membangun jalur baru.

Unggul mengakui, kesimpulan awal ini mempertimbangkan faktor biaya, teknologi dan perencanaan ideal pengembangan di masa mendatang. "Misal, kalau mau bangun (jalur) yang baru, biayanya lebih mahal tapi bisa dipertimbangkan untuk masa depan," kata Unggul.

Pembangunan jalur baru akan sangat potensial dikembangkan lantaran jalur kereta diperkirakan semakin padat masa mendatang sehingga tidak terganggu oleh kereta lain.

"Kalau menggunakan (jalur) yang ada sekarang, itu dipertimbangkan solusinya agar kecepatan bisa ditempuh rata-rata 160 km/jam. Karena terlalu banyak stasiun kecil juga bisa mengganggu walaupun tidak berhenti," ungkapnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bilang, BPPT akan menyerahkan kajian awal proyek kereta Jakarta-Surabaya pekan depan. "Pak Kepala BPPT janji minggu depan selesai soal kajian kereta Jakarta-Surabaya," kata Luhut.[tar]

Komentar

 
x