Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:39 WIB

Jenderal Luhut Warning SP JICT Jangan Neko-neko

Oleh : - | Kamis, 3 Agustus 2017 | 18:09 WIB
Jenderal Luhut Warning SP JICT Jangan Neko-neko
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) tak bertindak aneh-aneh terkait mogok kerja 3-10 Agustus 2017.

Usai pemberian gelar Perekayasa Utama Kehormatan di Jakarta, Kamis (3/8/2017), Luhut bilang, jika SP JICT ingin menyampaikan komplain atau aspirasi bisa dikomunikasikan dengan baik.

Hal itu demi menjaga produktivitas perusahaan dalam melakukan pelayanan.
"Saya ingin imbau, jangan aneh-aneh lah. Kalau ada hal-hal yang tak benar ya diberitahu. Tapi jangan buat produktivitas nggak bagus," kata Luhut.

Jenderal yang hobi karate dan bereang ini meminta aparat keamanan untuk mencermati aksi demo SP JICT. Jika memang ada pelanggaran, perlu dilakukan penertiban sesuai hukum.

"Kalau perlu diproses hukum ya kita proses hukum. Jangan demo-demo yang enggak jelas itu. Demo itu kalau memang ada hak dia yang enggak dilakukan (diberikan). Di luar, misalnya UMR atau lainnya, ini kan tidak," ujar mantan Asisten Operasi Kopassus itu.

Dalam kasus ini, Luhut mengaku bingung dengan aksi yang dilakukan SP JICT. Pasalnya, penghasilan pegawai JICT untuk bagian operator saja, mencapai Rp36 juta per bulan. Artinya, kesejahteraan mereka jauh di atas rata-rata.

"Saya juga bingung. Gajinya nomor dua tertinggi di dunia, Rp36 juta atau berapa untuk operator di situ. Saya saja menteri gajinya cuma Rp19 juta. Aneh tuh. Katanya bonusnya kurang, saya enggak tahu. Ini akan dicek," tutur mantan menperindag di era Presiden Gus Dur itu.

Sementara, Kuasa Hukum PT JICT Purbadi Hardjoprajitno mengatakan, aksi mogok kerja disebabkan karena bonus karyawan yang diterima pada 2016 turun 42,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terjadi karena PBT (Profit Before Tax) JICT menurun dari US$66,3 juta pada 2015 menjadi US$44,2 juta pada 2016. [tar]

 
x