Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:01 WIB

Anggaran Dana Desa Naik, Orang Miskin Malah Nambah

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 4 Agustus 2017 | 01:09 WIB
Anggaran Dana Desa Naik, Orang Miskin Malah Nambah
potret rumah miskin di pedesaan - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggaran dana desa terus meningkat, tahun ini siap digelontorkan Rp60 triliun. Ironisnya, program berbiaya jumbo ini gagal menurunkan kemiskinan di pedesaan.

Direktur Jenderal Dana Perimbangan Kementerian Keuangan, Boediarso Teguh Widodo mengatakan tidak efektifnya penggunaan dana desa untuk mengentaskan masyarakat miskin di desa, lanataran formulasi penggunaan anggaran yang keliru dalam pengalokasian dana desa selama ini.

Pihaknya menyebut bakal melakukan reformulasi atau menghitung ulang formula yang digunakan untuk mengalokasikan dana desa. "Karena itu maka reformulasi dilakukan pada 2 aspek," kata Boediarso dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Kata anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ini, bakal menurunkan jumlah alokasi dasar. "Mungkin akan terasa agak revolusioner kalau sekarang (misalkan) alokasi dasarnya 90 bisa (diturunkan) menjadi 70 atau 60, atau 80 atau 75 itu kita lihat," jelas Boediarso.

Kemudian, lanjut Boediarso, dengan memperbesar kue yang berpihak pada keadilan, yaitu jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah penduduk miskin, dan indeks kesulitan geografis itu kita perbesar.

"Di antara keempat variabel tadi, kita karena arahnya mempercepat pengentasan kemiskinan maka bobot yang paling besar itu ada pada jumlah penduduk miskin," terang Boediarso.

Dia bilang, jika bobot alokasi dana yang besar diberikan berdasarkan pada jumlah penduduk miskin maka otomatis daerah-daerah, desa-desa yang mempunyai penduduk miskin besar itu akan menerima dana desa yang lebih besar.

Selain mengubah bobot antara alokasi dasar dan alokasi formula dengan bobot yang lebih besar kepada kemiskinan, pemerintah juga memberi afirmasi yaang berbasis kepada wilayah, yaitu kepada desa tertinggal dan sangat tertinggal di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama ini merilis bahwa di daerah pedesaan jumlah penduduk miskin hanya mampu turun sebanyak 181,29 ribu orang dari 17,28 juta pada September 2016 menjadi 17,10 juta pada Maret 2017. [fdl]

Komentar

 
Embed Widget

x