Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:53 WIB

Ada Pekerja JICT yang Diusir? Ini Kata Bos JICT

Oleh : - | Jumat, 4 Agustus 2017 | 08:09 WIB
Ada Pekerja JICT yang Diusir? Ini Kata Bos JICT
Wakil Direktur Utama PT JICT, Riza Erivan
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direksi PT Jakarta International Container Terminal (JICT) membantah informasi yang beredar tentang pengusiran pekerja JICT di area kerja pada Kamis (3/8/2017) pukul 03.00 WIB.

"Pengosongan area kerja dari unsur pekerja JICT tersebut merupakan upaya sterilisasi menyusul rencana mogok kerja yang akan dilakukan SP JICT mulai Kamis ini mulai pukul 07.00 WIB," kata Wakil Direktur Utama PT JICT, Riza Erivan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Kata Riza, keputusan untuk mengosongkan area pelabuhan JICT merupakan keputusan bersama. Dan sudah dikoordinasikan kepada Dinas Tenaga Kerja, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan aparat kepolisian. "Ini upaya preventif yang harus dilakukan untuk menjaga kondisi pelabuhan tetap kondusif selama aksi mogok berlangsung," kata Riza.

Oleh karena itu, lanjut Riza, PT JICT membatasi jumlah area kantor yang bisa dimasuki untuk kepentingan keamanan. Selain juga mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Langkah ini semata-mata untuk melindungi aset perusahaan yang merupakan aset negara. "Keputusan ini sudah dikoordinasikan dan didukung oleh pemangku kepentingan lainnya. Jika situasi sudah kondusif, kami akan membuka kembali kegiatan kantor seperti biasa dan bagi yang ingin bekerja dipersilahkan untuk memberikan pernyataan tertulis," ujar Riza.

Riza menegaskan, situasi di JICT aman dan terkendali. Seluruh proses bongkar muat dan pengalihan muatan, berjalan optimal sejalan dengan rencana darurat yang telah disusun manajemen sebelumnya.

"Rencana darurat yang kami siapkan berjalan dengan baik. Kami akan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan pemangku kepentingan lainnya agar kegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan optimal, sehingga tidak menganggu kegiatan ekonomi nasional," tegas Riza.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal SP JICT, M Firmansyah mengatakan, mogok kerja 650 pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja (SP) PT Jakarta International Container Terminal (JICT) sukses melumpuhkan kegiatan bisnis di pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia itu. "Terminal JICT yang menangani hampir 70 persen ekspor impor Jabodetabek lumpuh total sejak pukul 07.00 WIB," kata Firmansyah.

Para pekerja, kata Firmansyah, melakukan aksi mogok di area lobi kantor JICT. "Aksi mogok didahului penutupan pelabuhan dan "sweeping" oleh Direksi JICT pada pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Padahal pekerja mulai mogok pada pukul 07.00 WIB," kata Firmansyah. [tar]

Komentar

 
x