Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:32 WIB

Sinyal BI Turunkan Suku Bunga Masuk Daftar Tunggu

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 5 Agustus 2017 | 03:29 WIB
Sinyal BI Turunkan Suku Bunga Masuk Daftar Tunggu
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo - (Foto: Inilahcom/M Fadil Djaelani)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkap peluang pelonggaran suku bunga perbankan. Agar kredit sektor swasta bisa terkerek, menopang perekonomian nasional.

Tapi, Agus memberi syarat yakni angka inflasi yang saat ini berada di level 3%, bisa terus terjaga. Jadi, kemungkinan suku bunga acuan atau 7-Day Reverse Repo Rate 7DRR) yang sudah sembilan kali ditahan di angka 4,75%, bisa saja turun.

"BI lihat inflasi yang terjaga. Kita akan betul-betul amati, kalau seandainya situasi terus menujukkan kondisi yang terjaga, tidak tertutup kemungkian untuk BI melakukan pelonggaran," kata Agus di Kantor BI, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Hanya saja, Agus tidak mau menyebut, apakah pelonggaran yang dimaksud adalah penurunan 7DRR atau kebijakan sektor makroprudensial.

Mantan menkeu era SBY ini mengatakan, ruang pelonggaran sangat terbuka guna memberikan stimulus bagi perekonomian yang pada triwulan kedua, mengalami kontraksi yang lumayan.

Bank Sentral, lanjut Agus, terus mencermati data-data perekonomian. Ruang pelonggaran Bank Sentral yang asalnya diperkirakan banyak kalangan akan tertutup tahun ini, beralih menjadi terbuka, mengingat laju inflasi sebagai sasaran utama BI terus menurun.

Pada Juli 2017, inflasi tahunan berada di kisaran 3,88% (yoy), atau di bawah sasaran inflasi BI yakni 3%-5%. Tahun ini, BI memproyeksikan inflasi 2017 bisa di kisaran 3%. Padahal, awal tahun, BI memproyeksi inflasi 2017 mencapai di 4,3%. Alasannya, ada kelompok tarif yang diatur pemerintah (administered prices) yang diprediksi bakal mendorong pergerakan inflasi.

"Sebelum tiga bulan lalu (Mei 2017), dibandingkan sekarang, inflasi terjaga. Kita ketahui sumber inflasi yang dikendalikan pemerintah, mungkin ada penyesuaian, yang dalam arti tidak memberikan tekanan inflasi. Kita melihat sumber sumber inflasi terjaga." ujar Agus.

Sebelum Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 Agustus 2017, kata Agus, bank sentra akan mencermati beberapa data ekonomi, khususnya sektor makro. Sejauh ini, BI beberapa kali memberikan stimulus terhadap perekonomian, namun bukan berbentuk penurunan suku bunga.

Di perbankan, BI memberikan stimulus dengan merelaksasi aturan Giro Wajib Minimum-Primer yang sebesar 6,5% menjadi Giro Wajib Minimum-Primer Rata-Rata untuk 1,5% dan 5%.

BI juga meringankan syarat tambahan modal bank berupa Countercyclical Capital Buffer (CCB) sebesar 0%. Tujuannya, agar perbankan leluasa berekspansi. [ipe]

 
x