Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:25 WIB

SP JICT Mogok, Arus Barang Priok Aman (Sementara)

Oleh : - | Sabtu, 5 Agustus 2017 | 05:05 WIB
SP JICT Mogok, Arus Barang Priok Aman (Sementara)
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Aksi mogok kerja dari Serikat pekerja PT Jakarta International Container Terminal (SP JICT) pada 3-10 Agustus 2017, diklaim tak mengganggu arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tak sedang bercanda, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan hakl itu kepada wartawan di sela kunjungan proyek LRT Jabodebek, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Dia bilang, kegiatan operasional termasuk ekspor dan impor, serta arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok, lancar-lancar saja. Tidak terganggung kegiatan mogok kerja yang dilakukan SP JICT.

"Alhamdulillah, operasional masih berjalan dengan baik. Kami harapkan operasi tetap jalan," kata Budi saat meninjau proyek LRT Jabodebek di sisi ruas jalan tol Jagorawi, Jakarta, Jumat.

Budi menerangkan, adanya tuntutan SP JICT kepada perusahaan, menjadi urusan kedua belah pihak. Dalam hal ini, kemenhub tidak memiliki kewenangan untuk ikut campur.

Dalam hal ini, lanjut mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini, kemenhub hanya perlu memastikan layanan pelabuhan tetap normal, meski ada 'riak-riak' di internal.

"Oleh karenanya kami melakukan komunikasi dengan pemangku kepentingan yang ada melalui syahbandar. Jadi ada satu kerja sama dari tim di JICT yang masih ada, dengan perusahaan-perusahaan yang ada di sana," ujar Budi.

Pria berdarah Wong Kito ini bilang, hingga hari kedua mogok kerja, belum ada laporan penumpukan barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Tidak adapula perusahaan yang melayangkan protes atau komplain secara resmi.

Budi malah menantang pihak yang merasa mengalami kesulitan, atau hambatan akibat aksi mogok SP JICT, segera melapor. "Silakan ketemu saya. Saya akan all out (semaksimal mungkin) selesaikan pelayanan karena pelayanan itu objek vital. Keharusan pemerintah untuk turun tangan. Pelayanan enggak boleh diganggu. Kami jamin itu terlaksana dengan baik," kata Budi.

Selanjutnya, dirinya mengimbau SP JICT untuk segera menghentikan aksi mogok kerja. "Saya mengimbau SP juga untuk melakukan penghentian mogok. Ini tempat vital. Sebaiknya tidak mogok," ujar Budi.

Sekedar mengingatkan saja, aksi mogok kerja SP JICT diawali dari kekecewaan karyawan. Selama ini, perusahaan dianggap melanggar kontrak perjanjian kerja bersama (PKB), pemberian bonus 2016 yang turun 42,5% dibandingkan bonus 2015.

Penurunan bonus ini terjadi karena PBT (Profit Before Tax) JICT turun dari US$66,3 juta pada 2015, menjadi US$44,2 juta pada 2016. Aksi ini juga dilatar belangi komitmen pekerja dalam menyelamatkan aset nasional JICT, agar bisa dikelola anak bangsa. [tar]

Komentar

 
x