Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 07:51 WIB

Penambang Sumur Minyak Tua Bojonegoro Tunggu Upah

Oleh : - | Sabtu, 5 Agustus 2017 | 12:13 WIB
Penambang Sumur Minyak Tua Bojonegoro Tunggu Upah
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Bojonegoro - Pengelolaan sumur minyak tua di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih harus menunggu Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero). Terkait mekanisme pembayaran jasa penyedotan minyak.

Direktur PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), BUMD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Toni Ade Irawan mengaku masih harus menunggu keputusan Pertamina EP terkait mekanisme pembayaran imbalan jasa pengambilan minyak mentah dari lapangan sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan.

"Proses pengelolaan sumur minyak tua di Bojonegoro hanya tinggal menunggu Pertamina EP terkait proses pembayaran imbalan jasa pengambilan minyak mentah kepada penambang minyak mentah," kata Toni di Bojonegoro, Jumat (4/8/2017).

Selama ini, kata Toni, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, membayar imbalan jasa pengambilan minyak mentah antara lain, untuk ongkos angkat, angkut minyak mentah juga yang lainnya. Pembayarannya melalui KUD pengelola tiap dua pekan.

Tetapi, lanjut dia, pembayaran imbalan jasa pengambilan minyak mentah kepada para penambang sumur minyak tua di Kecamatan Wonocolo, Hargomulyo dan Beji, Kecamatan Kedewan, disepakati setiap hari. "Penambang meminta pembayaran imbalan jasa setiap hari, tetapi Pertamina EP Asset 4 Field Cepu membayar dua pekan sekali," kata Toni.

Dengan adanya perbedaan itu, katanya, menjadi hambatan BBS mengelola lapangan sumur minyak tua peninggalan Belanda yang masuk wilayah kuasa pertambangan Pertamina EP Asset 4 Filed Cepu. "BBS masih menunggu keputusan Pertamina EP terkait perbedaan waktu pembayaran imbalan jasa," kata Toni.

Yang jelas, menurut dia, BBS dan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu sudah sepakat untuk jumlah sumur minyak sebanyak 515 titik di tiga desa itu. Jumlah para penambang, pekerja angkutan, juga yang lainnya termasuk pemilik sumur sekitar 6.000 orang. "Soal produksi minyak mentah yang harus disetorkan juga sudah sepakat lebih tinggi dari yang sekarang sudah berjalan," kata Toni.

Begitu pula, katanya, BBS juga sudah melakukan pendataan jumlah penambang juga tenaga kerja lainnya yang akan didaftarkan di BPJS.

Data menyebutkan, produksi sumur minyak tua di tiga desa Kecamatan Kedewan, mencapai 1.200 barel per hari. Namun yang disetorkan kepada Pertamina EP Asset 4 Field Cepu rata-rata hanya 400 barel per hari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Agus Supriyanto menambahkan, BBS dalam mengelola lapangan sumur minyak tua sudah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro Nomor 30 tahun 2017. "Di dalam perbup itu, BBS wajib memenuhi hak para penambang seperti mendaftarkan penambang ke BPJS," terang Agus. [tar]

Komentar

 
x