Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:47 WIB

DEN Siap Beri Masukan Perpres Mobil Setrum

Oleh : - | Sabtu, 5 Agustus 2017 | 18:09 WIB
DEN Siap Beri Masukan Perpres Mobil Setrum
Abadi Poernomo, Anggota DEN - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dewan Energi Nasional (DEN) menyebut Kementerian ESDM tengah menyusun konsep Peraturan Presiden (Perpres) untuk percepatan pengembangan mobil listrik.

"Mobil listrik akan menjadi salah satu pendorong berkembangnya Energi Baru Terbarukan (EBT), pasarnya juga harus turut mendorong, tapi semua itu harus diinisiasi oleh pemerintah," kata Abadi Poernomo, Anggota DEN kepada wartawan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Selain mendorong pengembangan EBT, kata Abadi, mobil listrik juga dinilai dapat mengurangi polusi CO2 dengan signifikan bila sudah dimaksimalkan oleh masyarakat luas.

Ia menjelaskan, sejumlah negara seperti Prancis, Inggris dan India sudah mengembangkan teknologi mobil listrik, sebagai pengganti mobil berbahan bakar minyak. Namun sumber tenaga dari mobil listrik diharapkan berasal dari EBT. Sebab kalau berasal dari PLN maka hal itu sama saja tidak memicu pengembangan EBT.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengaku tengah mencari teknologi baterai yang tepat guna merealisasikan pengembangan mobil listrik di Indonesia. "Kalau dari (Kementerian) ESDM, kita lagi melihat soal baterai yang (jadi bagian) sensitif di (pengembangan) mobil listrik," kata Arcandra.

Kata Candra, sapaan akrabnya, Kementerian ESDM mempertimbangkan teknologi baterai untuk mobil listrik yang bisa diganti di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). "Bisa kita ganti di sana dan mereka cas. Apalah namanya, kita sedang pikirkan," papar mantan Menteri ESDM 20 hari ini.

Pria berdarah Minang ini mengatakan, relaksasi pungutan pajak untuk mobil listrik diharapkan dapat menggeliatkan industri otomotif untuk mau mengembangkan mobil listrik. "Relaksasi pajak itu di Kementerian Keuangan. Kita dorong agar industri mobil listrik ini suatu saat bisa terlaksana karena di luar negeri sudah berkembang pemakaiannya, sementara kita belum apa-apa," ujar Candra. [tar]

Komentar

 
x