Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:11 WIB

Daya Beli Jeblok, Jokowi Perlu Rombak Tim Ekonomi?

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 5 Agustus 2017 | 17:18 WIB
Daya Beli Jeblok, Jokowi Perlu Rombak Tim Ekonomi?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Masuk bulan ke delapan, tim ekonomi Kabinet Kerja yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin nasution dinilai amburadul. Lantaran gagal mendongkrak daya beli. Perlukan kocok ulang atau reshuffle?

Peneliti senior Institute Development of Economics and Finance (Indef) Prof Didik J Rachbini bilang tidak perlu. Alasannya, anamah para menteri di Kabinet kerja tinggal 2 tahun. "Kalau ganti-ganti sampai 3 kali, saya pikir tidak proporsional. Karena tinggal sebentar lagi. Tahun depan masuk tahun politik. Semuanya pasti akan sibuk urusan masing-masing," kata Didik di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8/2017).

Dia bilang, yang terpenting saat ini adalah, konsolidasi antar menteri sektor ekonomi harus lebih baik dan konkret. Selama ini, publik lebih sering dipertontonkan ketidak akuran alias gontok-gontokan sesama menteri.

"Team work kementerian ini yang berat, karena antara menko dengan menterinya berkelahi, gontok-gontokan, ego-nya masih tinggi. Sehingga economic leadership tidak jalan," ujar Didik.

Lebih lanjut, ekonom berdarah Madura ini menjelaskan, meski tim ekonomi Jokowi diisi oleh orang-orang populer dan pintar, bukan jaminan bagi terciptanya kerja tim nan mumpuni. Saat ini saja masih banyak menteri yang jalan sendiri.

"Seorang pemain tim yang hebat saja, terbaik di dunia tidak akan mampu jika mencapai goal, jika timnya berkelahi. Lihat saja sekarang banyak sekali permasalahan yang tidak terurai, seperti sektor keuangan, dana desa. Akibatnya daya beli yang merosot," kata mantan Anggota DPR asal PAN ini. [ipe]

 
x