Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:23 WIB

Kawal Dana Desa, Jangan Ulangi Korupsi Pamekasan

Oleh : - | Senin, 7 Agustus 2017 | 05:29 WIB
Kawal Dana Desa, Jangan Ulangi Korupsi Pamekasan
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tertangkapnya Bupati dan Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukti bahwa dana desa jadi incaran koruptor.

Ketua Pokja Masyarakat Sipil Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Idham Arsyad mengingatkan, program dana desa perlu terus dikawal guna menghindari kebocoran. Dalam hal ini, peran masyarakat sangatlah penting.

"Masyarakat harus aktif terlibat dalam pengawasan pengelolaan dana desa. Mulai dari proses pencairan, rencana pengunaan, hingga impelementasi program dana desa di lapangan. Keterlibatan publik akan meminimalisir ruang penyelewengan dana desa," ujar Idham di Jakarta, Minggu (6/8/2017)

Idham menjelaskan, saat ini, masih banyak masyarakat yang abai terhadap pentingnya program dana desa. Masyarakat masih mempercayakan pengelolaan desa termasuk dana desa kepada kepala desa serta elit desa lainnya.

Kondisi ini, lanjut Idham, terjadi akibat masih kuatnya pola lama yang mengabaikan peran masyarakat dalam perumusan pembangunan desa. "Tranformasi desa dari tatanan lama yang bertumpu pada kepala desa dan elit desa lainnya menuju tatatan baru desa yang participatif, transparan dan akuntable, membutuhkan waktu. Dan proses perubahan tersebut perlu mendapatkan pendampingan," kata Idham.

Pengamatan dari sejumlah anggota pokja masyarakat sipil dan jaringanya, kata Idham, menunjukkan adanya perbedaaan kapasitas antar desa. Sebagian kecil desa sudah maju dan menerapkan prinsip prinsip good governance dan pemberdayaan masyarakat. Namun, sebagian besar masih menunggu intruksi dan bahkan masih bertumpu pada perilaku elit desa dalam proses pembangunan di wilayahnya.

"Kondisi tersebut memunculkan peluang besar penyimpangan dari para elit desa dalam mengelola dana desa yang jumlah mencapai miliaran rupiah," kata Idham.

Dia menilai, pendamping desa mempunyai peran strategis dalam mempercepat proses peralihan pola lama desa yang bertumpu pada elit desa ke pola baru di mana masyarakat terlibat aktif dalam pembangunan desa mereka sesuai semangat azas recognisi. [tar]

Komentar

 
x