Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:45 WIB

Pengamat: Bisnis Online tak Pengaruhi Daya Beli

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 7 Agustus 2017 | 07:08 WIB
Pengamat: Bisnis Online tak Pengaruhi Daya Beli
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat dan Praktisi Ekonomi Digital, Umar Idris keberatan kalau perdagangan online memicu turunnya omset peritel. Memang terjadi pergeseran pola konsumsi di masyarakat sebagai konsumen.

"Saya setuju kalau dikatakan ada pergeseran perilaku konsumen ke e-commerce menurunkan daya beli. Tapi nilainya, sangat kecil sekali," kata Idris dalam sebuah diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (5/8/2017).

Idris memaparkan, pembeli yang mengisi transaksi di pasar digital terdiri dari dua segmen utama. Pertama, konsumen dengan usia 18-24 tahun dan 24-35 tahun.

Konsumen usia 18-24, menurut Idris, memiliki daya beli yang masih terbatas. Sementara segmen usia 24-35, memiliki daya beli lebih besar. "Daya beli yang besar justru ada pada kelompok usia 35-49, meski dari proporsi kecil. Mereka itu keluarga muda," ujar dia.

Senada dengan Idris, ekonom senior INDEF Prof Didik J Rachbini melihat indikasi penurunan daya beli, bukanlah semata-mata karena bisnis online.

Kata Didik, kondisi ekonomi memang sedang lesu. Terlihat dari beberapa sektor ekonomi yang mengalami penurunan omset. "Sektor retail pada tahun lalu 2016 masih tumbuh 16,3%, relatif tinggi. Sekarang April Mei dan Juni cuma 4%. Apakah retail pindah ke online? Sebagian ya, tapi pertumbuhan bagus membaik? Saya kira tidak. Bertambah, tapi pelan sekali," terang Didik. [ipe]

Komentar

 
x