Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:34 WIB

KESDM Fokus Pasang SR Dekat Sumber Gas

Oleh : - | Minggu, 6 Agustus 2017 | 12:53 WIB
KESDM Fokus Pasang SR Dekat Sumber Gas
Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah mentargetkan akan membangun 30.000 sambungan gas untuk rumah tangga (SR) di Indonesia pada wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gas.

"Jaringan gas untuk rumah tangga, sekarang Pemerintah akan membangun setahun 30.000 sambungan untuk rumah tangga dan rencana tahun 2017 akan dibangun sebanyak 59.809 sambungan," kata Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (5/8/2017).

Menurut Jonan, dengan menggunakan gas ini selain memudahkan masyarakat mengakses energi, masyarakat juga dapat menghemat sebesar Rp90.000 per bulan per keluarga jika dibandingkan dengan menggunakan gas LPG 3 kg. Masyarakat harus mengeluarkan Rp130.000 per bulan jika menggunakan LPG 3 Kg sedangkan jika menggunakan sambungan gas kota cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp40.000.

Sebanyak 10 Kabupaten di enam Provinsi akan dibangun sambungan gas bagi rumah tangga tahun 2017. Sebanyak 59.809 sambungan tersebut terbagi atas Musi Banyuasin sebanyak 6.031 SR, Kota Mojokerto 5.000 SR, Bandar Lampung 10.321 SR, Rusun PUPR Kemayoran 7.426 SR, Pali 5.375 SR, Pekanbaru 3.270 SR, Bontang 8.000 SR, Samarinda 4.500 SR dan Kabupaten Mojokerto 5.101 SR.

Sejak tahun 2009 hingga tahun 2016, Pemerintah telah membangun sambungan gas untuk rumah tangga ini diseluruh Indonesia sebanyak 186.000 sambungan di 14 provinsi yang tersebar di 26 kabupaten dan kota. Dan total alokasi gas ada sebesar 17,4 mmscfd.

Kota-kota yang sudah hampir merata menggunakan jaringan gas untuk rumah tangga adalah Prabumulih. Di Prabumulih sudah terbangun sudah hampir 39.000 SR dari 40.000 rumah tangga yang ada, selain itu juga Kota Tarakan sudah terbangun sebanyak 20.000 SR.

Pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga merupakan salah satu prioritas utama arahan Presiden RI Joko Widodo yang diprioritaskan bagi rumah sederhana, rusun sederhana, dan daerah-daerah yang jauh lebih membutuhkan penghematan.

Program Jaringan gas rumah tangga melalui pipa merupakan bagian dari program prioritas nasional.

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan sumber energi yang murah dan ramah lingkungan bagi masyarakat sekaligus konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) di wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gasnya. [tar]

 
x