Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 04:39 WIB

Ekonomi Global Picu PDB Kuartal II Cuma 5,01%

Oleh : M Fadhil Djaelani | Senin, 7 Agustus 2017 | 12:56 WIB
Ekonomi Global Picu PDB Kuartal II Cuma 5,01%
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, mengungkapkan meskipertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal II 2017 hanya mampu tumbuh 5,01%, relatif bagus mengingat kondisi ekonomi global yang belum pasti.

"Masih di bawah ekspekatasi pemerintah, tapi lumayan bagus jika kita pertimbangan dengan kondisi ekonomi global," kata Kecuk di Kantornya Jakarta, Senin (7/8/2017).

Kata Kecuk, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku kuartal II 2017 mencapai Rp3.366,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.472,8 triliun.

Dia bilang, dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,88%.

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 8,49%.

Sementara dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 8,44%. Untuk sisi Pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang meningkat signifikan sebesar 29,37%.

"Sehingga ekonomi Indonesia semester I-2017 tumbuh 5,01%. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha kecuali Pengadaan Listrik dan Gas yang mengalami penurunan sebesar 0,50%," katanya.

Sementara dari sisi pengeluaran terutama didorong oleh Komponen PK-LNPRT yang tumbuh sebesar 8,27%.

Sedangkan dari struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada kuartal II 2017 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 58,65%, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,69%, dan Pulau Kalimantan sebesar 8,15%. [uji]

 
x