Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 09:52 WIB

Inilah Dampak Anjloknya Daya Beli Masyarakat

Oleh : M Fadhil Djaelani | Senin, 7 Agustus 2017 | 13:14 WIB
Inilah Dampak Anjloknya Daya Beli Masyarakat
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Daya beli masyarakat anjlok telah memicu konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,95%. Angka ini turun dari periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 5,07%.

"Daya beli sebetulnya tetap tumbuh pada kuartal kedua 2017 yang sebesar 4,95% angka ini lebih baik sedikit dari kuartal pertama 2017 yang sebesar 4,94%. Tapi dibandingkan periode tahun lalu mengalami penurunan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto di Kantor BPS Jakarta, Senin (7/8/2017).

Dari sektor penjualan mobil misalnya, BPS mencatat adanya penurunan penjualan mobil sepanjang kuartal II 2017. BPS mencatat sepanjang kuartal tersebut penjualan mobil anjlok sebesar 12%.

"Kuartal kedua 2017 penjualan mobil sebanyak 249,571 unit, angka ini turun 12% secara kurtal dan turun juga 5,69% secara year on year," kata Kecuk.

Tak sampai disitu juga, penjualan semen juga mengalami penurunan sepanjang kuartal ini, dimana produksi semen hanya 14,38 juta ton atau turun sebesar 3,06% dibandingkan kuartal sebelumnya dan turun juga sebesar 5,01% dibandingkan periode yang sama pada tahun yang lalu.

Meski begitu Kecuk bilang ada kenaikan konsumsi rumah tangga di sektor restoran dan hotel tumbuh cukup tinggi dengan 5,87%. Kemudian kesehatan dan pendidikan 5,40%, transportasi dan komunikasi 5,32% dan makanan dan minuman (selain restoran) tumbuh 5,24%.

Diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2017 mencapai 5,01% (yoy). Selain konsumsi rumah tangga, indikator lain juga tak cukup baik. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) capai 5,35%, ekspor 3,36% dan impor 0,55%. Sementara itu konsumsi pemerintah negatif 1,03%.


Komentar

 
x