Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 04:31 WIB

77 Hektar Karhutla di TN Danau Sentarum Dipadamkan

Oleh : - | Senin, 7 Agustus 2017 | 19:58 WIB
77 Hektar Karhutla di TN Danau Sentarum Dipadamkan
(Foto: menlhk)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dibantu Manggala Agni Daops Semitau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil memadamkan kebakaran hutan seluas total 77,46 Ha pada dua titik berbeda di dalam kawasan Taman Nasional (TN) Danau Sentarum.

Dalam keterangan tertulis Humas KLHK, Senin (7/8/2017), lokasi kebakaran hutan tersebut berada di wilayah Dusun Kenelang dan kampung nelayan Pengulan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah VI Semitau, Bidang PTN Wilayah III Lanjak Provinsi Kalimantan Barat. Kebakaran di Kenelang berhasil dipadamkan pada 3 Agustus 2017 dengan total areal terbakar 33,97 Ha. Sedangkan untuk wilayah Pengulan kebakaran hutan dapat dipadamkan keesokan harinya (4/8/2017) dengan total areal terbakar 43,49 Ha.

Kebakaran pertama kali terpantau satelit sebagai hotspot pada tanggal 29 Juli 2017. Setelah memastikan kebakaran melalui groundcheck, BBTNBKDS melalui Seksi PTN Wilayah VI Semitau berkoordinasi dengan Manggala Agni Daops Semitau untuk melakukan pemadaman dini. Sedikitnya 40 personil gabungan yang terbagi kedalam dua tim diturunkan untuk memadamkan api.

Kondisi air sungai dan danau yang surut menjadi hambatan dalam mobilisasi personil dan peralatan pemadaman menuju lokasi kebakaran. Terbatasnya sumber air serta jarak antara sumber air dengan kepala api yang cukup jauh juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. Tim pemadam beberapa kali mundur ke hilir untuk mencari sumber air baru serta menghindari terjebaknya speed boat di hulu sungai dan cekungan danau yang kering.

Penyebab kebakaran hutan di Kenelang merupakan rambatan dari kebakaran hutan di luar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum yang dengan cepat masuk ke dalam kawasan karena cuaca kering serta melimpahnya bahan bakar akibat surutnya air sungai dan danau. Sedangkan unsur kelalaian masyarakat dalam mencari ikan sambil menyalakan perapian diduga menjadi pemicu kebakaran hutan di Pengulan. [*]

 
x