Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:47 WIB

KESDM Permudah Pengalihan Saham Korporasi, Serius?

Oleh : - | Selasa, 8 Agustus 2017 | 01:39 WIB
KESDM Permudah Pengalihan Saham Korporasi, Serius?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Aturan pengalihan saham korporasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) semakin mudah. Karena tak perlu menunggu persetujuan menteri.

Kepastian disampaikan Kepala Biro Hukum Kementrian ESDM, Hufron Asrofi kepada wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (7/8/2017). "Pengalihan saham dan perubahan direksi atau komisaris dalam perusahaan sektor ESDM cukup melaporkan kepada Kementerian ESDM, tanpa meminta persetujuan kepada menteri," kata Hufron.

Khusus sektor hulu migas, kata Hufron, perubahan kendali perusahaan tetap harus mendapat persetujuan Kementerian ESDM. Selain itu pengecualian juga terdapat dalam perusahaan di sektor mineral dan batu bara. Jika sektor lainnya hanya perlu melaporkan, pada sektor minerba, baik pengalihan saham dan perubahan direksi harus melalui persetujuan Kementerian ESDM.

Hal sama terjadi pada sektor perusahaan energi panas bumi (EBT). Apabila pengalihan saham masuk dalam bursa Indonesia maka harus mendapat persetujan Kementerian ESDM, jika di luar bursa hanya perlu melaporkan.

Khusus perusahaan ESDM yang berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengalihan saham dan perubahan direksi dilaksanakan sesuai peraturan perundangan BUMN dan cukup melaporkan kepada Menteri ESDM.

Bentuk perubahan aturan tersebut merupakan hasil revisi dari Peraturan Menteri nomor 42/2017, yang melahirkan Permen nomor 48/2017.

Pada Senin (7/8/2017), Kementerian ESDM mengundang semua pemangku kepentingan untuk pemaparan sosialisasi terkait Permen ESDM nomor 48/2017 atas revisi Permen ESDM 42/2017.

Di mana, Permen ESDM 48/2017 bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha. "Sehingga bisa mewujudkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat dengan tetap menjaga iklim investasi," jelas Hufron. [tar]

Komentar

 
x