Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 19:45 WIB

Demiz: Jabar Siap Jadi Pusat Keuangan Syariah

Oleh : - | Selasa, 8 Agustus 2017 | 02:29 WIB
Demiz: Jabar Siap Jadi Pusat Keuangan Syariah
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bogor - Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar bilang, jumlah penduduk muslim di Jabar mencapai 40,9 juta jiwa. Potensi besar menjadi pusat industri keuangan berbasiskan syariah.

Demiz, sapaan akrabnya, mengapresiasi banyaknya perguruan tinggi di Jabar yang mulai menghadirkan program-program studi ekonomi berbasis syariah. Hal ini akan berguna dalam mengisi ruang kosong di industri keuangan syariah.

Hal ini, kata Demiz, akan meminimalisir terbatasnya ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang ekonomi syariah. "Jabar sudah sepantasnya menjadi yang terdepan dan menjadi pusat industri keuangan syariah di Indonesia," kata Deddy usai menghadiri Tasyakur Milad ke-25 tahun dan peresmian kantor pusat PT BPR Syariah Amanah Ummah di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (7/8/2017).

Deddy mengungkapkan, berdasarkan hasil Survey Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2016, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia naik menjadi 67,82%. Sedangkan persentase masyarakat yang berada di kelompok well literate naik menjadi 29,66%.

"Alhamdulillah indeks inklusi keuangan di Jabar sudah 68,32% artinya diatas rata-rata nasional dan indeks literasi keuangan kita diangka 38,70% tertinggi kedua setelah DKI Jakarta," ungkap Deddy.

Namun demikian indeks inklusi keuangan syariah di Jabar sudah lebih baik yaitu mencapai 21,56%. Poin penting yang harus menjadi fokus perhatian para pelaku jasa keuangan syariah adalah memperkuat perannya dalam kegiatan sektor riil seperti pembiayaan syariah untuk industri pariwisata serta unit-unit usaha syariah potensial lainnya seiring dengan meningkatnya tren halal lifestyle global.

"Karena itu saya harap jasa keuangan syariah terus mengedukasi dan transaparan kepada masyarakat atau calon nasabah tentang karakteristik produk dan layanan jasa keuangan yang tersedia," harap Deddy.

Selain itu, jasa keungan syariah dituntut lebih kreatif dalam mencari sumber dana murah serta menciptakan produk dan jasa keungan yang menarik, mudah diakses dan berbiaya murah. Terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, santri pondok pesantren, ibu rumah tangga, petani, pedagang dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan begitu lembaga keuangan syariah dapat menjadi penggerak sektor riil untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja sehingga dapat mengurangi ketimpangan dan menghadirkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

"Semoga industri jasa keungan syariah di Jabar terus tumbuh menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi inklusif, menarik investasi, menggerakkan tabungan domestik dan meningkatkan daya saing," tutur Deddy.

Secara umun saat ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah lembaga keuangan syariah terbesar di dunia yaitu sebanyak 5 ribu lebih. Meliputi 34 Bank Syariah, 58 Operator Takaful atau asuransi syariah, 7 model Ventura Syariah, 163 BPR Syariah, 1 Pegadaian Syariah dan sekitar 4500 lebih Koperasi Syariah atau Baitul Maal wat Tamwil. Bahkan Indonesia juga telah menciptakan Syariah Online Trading System pertama di dunia. [ipe]

Komentar

 
x