Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 04:23 WIB

Ekonomi Kuartal II Berdarah-darah, Ini Kata KEIN

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 8 Agustus 2017 | 05:39 WIB
Ekonomi Kuartal II Berdarah-darah, Ini Kata KEIN
Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2017 sebesar 5,01%. Tak beda dengan kuartal sebelumnya. Kinerja ekspor tumbuh lebih rendah, ikut menekan potensi pertumbuhan ekonomi.

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta menilai, kinerja ekonomi Indonesia bisa dikatakan stabil. "Namun terbuka peluang untuk ditingkatkan," ujar Arif dalam keterangan kepada media di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Badan Pusat Statistik (BPS), memaparkan adanya perlambatan pertumbuhan ekspor di kuartal II-2017. Di mana, angkanya hanya 3,36%. Sangat jauh di bawah kuartal I-2017 sebesar 8,21% (yoy).

Pada kuartal II-2017, belanja pemerintah belum maksimal. Kendati tumbuh positif dibandingkan triwulan sebelumnya, namun dibandingkan triwulan II 2016 justru minus 1,93% (yoy). Sementara triwulan I-2017 dibandingklan periode yang sama 2016, terjadi pertumbuhan 2,68%. "Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah harus mendorong perdagangan agar ekspor kita dapat tumbuh positif," ujar Arif.

Untuk mendukung kinerja ekspor tersebut, Arif mengatakan, pemerintah harus lebih mendorong diplomasi perdagangan, melalui perwakilan-perwakilan Indonesia di negara sahabat. Melalui diplomasi tersebut, diharapkan mampu meningkatkan ekspor baik secara langsung maupun kerja sama perdagangan (counter trade).

"Pemerintah juga jangan sungkan memberikan insentif ekspor pada dunia usaha agar ekonomi dalam negeri ikut bergairah," paparnya. "Terutama bagi industri yang menggunakan tenaga kerja besar." tambah mantan Anggota DPR asal PDIP itu.

Untuk mendukung peningkatan dunia usaha di sektor riil tersebut, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan dukungan yang kondusif. Dengan harapan, kondisi tersebut mampu menjadi pengungkit gairah dunia usaha.

Bergairahnya dunia usaha akan memberikan dampak lanjutan yang sangat positif. Misalnya, kata Arif, penyerapan tenaga kerja, peningkatan konsumsi rumah tangga, serta potensi meningkatnya penerimaan negara. "Jangan sampai ada kebijakan yang kontraproduktif dalam upaya mendukung dunia usaha," papar Arif.

Selain itu, pemerintah juga perlu merumuskan stimulus fiskal yang efektif dan mendukung produktivitas dunia usaha. "Jangan sampai ada kebijakan yang kontraproduktif dalam upaya mendukung dunia usaha," kata dia. [ipe]

 
x