Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 18:43 WIB

Bappenas Minta Data Transaksi Online, BPS Ampun

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 8 Agustus 2017 | 07:09 WIB
Bappenas Minta Data Transaksi Online, BPS Ampun
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) belum punya angka pasti terkait transaksi perdagangan online (e-commerce). Padahal, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menginginkannya.

"Angka riset belum menunjukan angka pasti, tapi itu totalnya kecil,
ada pergeseran (ke online) tapi masih kecil," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Kecuk bilang, sepanjang kuartal II-2017, konsumsi masyarakat tumbuh tipis yakni 4,95% ketimbang kuartal I-2017 sebesar 4,94%. Namun, jika dibandingkan dengan kuartal II- 2016, pertumbuhan lebih kecil. Pada periode tersebut konsumsi masyarakat mencapai 5,07%.

"Daya beli sebetulnya tetap tumbuh pada kuartal II 2017 yang sebesar 4,95% angka ini lebih baik sedikit dari kuartal I 2017 yang sebesar 4,94%, tapi dibandingkan periode tahun lalu mengalami penurunan," ujar Kecuk.

Kata Kecuk, konsumsi rumah tangga berdasarkan sektor makanan berasal dari makanan, minuman selain restoran. Mengalami pertumbuhan 5,24%, dan restoran tumbuh 5,87%. "Jadi food itu menguat, tetapi non food-nya sedikit terkoreksi tumbuh tapi melambat di triwulan II-2017 jadi 4,12%, triwulan I-2017 sebesar 4,14%," kata Kecuk.

Lanjut Kecuk, untuk kelas menengah ke atas juga masih menahan meskipun transaksi debit masih cukup tinggi meskipun agak melambat. Kata dia, menahan belanja dikarenakan ketidakpastian ekonomi global.

"Sementara untuk kelas menengah ke atas, kalau dilihat transaksi debit masih cukup tinggi, meskipun agak melambat, tetapi ada indikasi persentase yang ditampung lebih tinggi, bukan daya beli turun meskipun mobil turun, ada indikasi menahan belanja, faktor psikologis yang terjadi sekarang dan apa yang terjadi ke depan terhadap ekonomi global," kata Kecuk. [ipe]

Komentar

 
x