Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:12 WIB

Harga Minyak Rendah, Conoco kok Naikan Harga Gas?

Oleh : - | Selasa, 8 Agustus 2017 | 08:08 WIB
Harga Minyak Rendah, Conoco kok Naikan Harga Gas?
ConocoPhillips Ltd - (Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat energi dari UGM Fahmy Radhi mempertanyakan kenaikan harga gas bumi dari ConocoPhillips Ltd ke PT PGN (Persero) di Batam, Kepri.

"Kenaikan harga gas bumi itu tidak fair, karena menguntungkan korporasi asing yakni Conoco, dan sebaliknya tidak berpihak pada PGN sebagai BUMN," kata Fahmy di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Menurut Fahmy, seharusnya harga gas di hulu termasuk ConocoPhillips, tidak perlu ada kenaikan. Alasannya, harga minyak mentah saat ini, masih rendah. "Kalau dulu saat harga minyak di atas 100 dolar AS per barel, harga gas bumi layak untuk naik, tapi sekarang harga minyak masih rendah 50 dolar AS per barel, sehingga tidak selayaknya naik," ujar Fahmy.

Fahmy berharap, pemerintah mengkaji kembali kebijakan kenaikan harga gas ConocoPhillips tersebut. "Mesti dihitung apakah memang harga gas di hulu (Conoco) sudah tidak menguntungkan lagi. Kalau sudah untung, kenapa dinaikkan," kata Fahmy.

Sebaliknya, menurut dia, kenaikan harga gas tersebut jangan sampai merugikan PGN sebagai BUMN.

Sesuai surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 5882/12/MEM.M/2017 tertanggal 31 Juli 2017, harga jual gas bumi dari ConocoPhillips dari Blok Corridor, Sumsel ke PGN di Batam ditetapkan mengalami kenaikan dari US$2,6 per MMBTU menjadi US$3,5 per MMBTU untuk volume 22,27-50 BBTUD. Harga baru ini berlaku sejak 1 Agustus 2017 hingga akhir kontrak yakni 2019.

Namun, masih berdasarkan surat tersebut, harga jual PGN kepada PT PLN (Persero), pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP dan pembeli lain di Batam tidak mengalami perubahan.

"Surat Menteri ESDM Nomor 5882/12/MEM.M/2017 itu menyatakan secara eksplisit bahwa PGN tidak diperkenankan menaikkan harga jual gas bumi kepada pembeli setelah adanya persetujuan harga ini. Meski harga ConocoPhillips ke PGN naik, tetapi harga dari PGN ke konsumen tidak naik. Pemerintah tetap menjaga harga gas yang terjangkau untuk konsumen," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam rilis resminya.

Harga jual PGN ke PLN dan IPP Batam tetap antara US$3,32-US$5,7 per MMBTU dan industri US$5,7 per MMBTU, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 3191 K/12/MEM/2011 tentang Harga Jual Gas Bumi PT PGN (Persero) Tbk kepada PT PLN Batam dan IPP Pemasok Listrik PT PLN Batam.

"Perubahan harga itu hanya di sisi 'supply' yaitu harga gas ConocoPhillips ke PGN, dan harga di konsumen tidak ada kenaikan. Perubahan harga tersebut, prosesnya telah berjalan sejak 2012 dan telah melalui proses 'B to B'. Harga ConocoPhillips sebesar 2,6 dolar per MMBTU itu memang relatif rendah dibandingkan kontrak gas lainnya dengan sumber gas yang sama. Itu juga telah melalui proses 'B to B' yang wajar untuk menjaga 'fairness' di sisi pasokan. Yang penting, harga di sisi konsumen tidak naik, bagian dari paradigma energi sebagai modal pembangunan," kata Arcandra. [tar]

 
x