Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:06 WIB

Industri Pengolahan Terjun ke Titik Nadir

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 8 Agustus 2017 | 15:09 WIB
Industri Pengolahan Terjun ke Titik Nadir
Bhima Yudhistira Adhinegara - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kinerja industri pengolahan makin hari makin mengkhawatirkan. Data BPS memperlihatkan adanya perlambatan sepanjang kuartal II 2017.

Dari catatan BPS, industri pengolahan pada kuartal II-2017 terus mengalami perlambatan dari 4,24% (kuartal I-2017) menjadi 3,54%. "Secara sektoral yang perlu diperhatikan ada di pertumbuhan industri pengolahan. Angkanya turun tajam dibanding kuartal sebelumnya," kata Bhima Yudhistira Adhinegara, peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Bhima bilang, industri pengolahan, saat ini, masuk dalam fase titik nadir terendah, pasalnya share sektor industri ini terus menerus turun terhadap produk domestik bruto (PDB). "Data BPS menyebut bahwa share industri pengolahan hanya 20.26%. Diperiode yang sama tahun sebelumnya masih di angka 21%," kata Bhima.

Menurut Bhima, jika fenomena deindustrialisasi terus dibiarkan maka akan terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja secara agregat dan berakibat pada penurunan pendapatan masyarakat secara umum. Dia mengatakan harapan saat ini, adalah bertumpu pada investasi dan ekspor.

"Harapannya sekarang ada di investasi dan ekspor. Untuk investasi bisa tumbuh 4.78% sudah cukup bagus. Kemudian soal ekspor angkanya diatas ekspektasi yakni tumbuh 8.21%. Ekspor memang lebih dipengaruhi perkembangan harga komoditas seperti CPO dan batu bara yang naik dari awal tahun. Harapannya dua sektor penunjang ini bisa terus dijaga pertumbuhannya sampai akhir tahun," papar Bhima.

Melihat kondisi tersebut Bhima mengatakan target pertumbuhan ekonomi yang dipatok sebesar 5,2% sampai akhir tahun, berpeluang sulit tercapai. Untuk proyeksi akhir tahun, pertumbuhan ekonomi diprediksi di kisaran 5-5.1% (yoy), atau masih di bawah target 5,2%. [fdl]

 
x