Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 10:00 WIB

Triwulan Dua, Perekonomian Ibu Kota Rehat Sejenak

Oleh : - | Selasa, 8 Agustus 2017 | 15:15 WIB
Triwulan Dua, Perekonomian Ibu Kota Rehat Sejenak
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Doni P Joewono - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang triwulan II-2017, perekonomian di ibu kota negara, melambat dibanding kuartal sebelumnya. Waduh, efek dari pilkada DKI Jakarta?

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Doni P Joewono bilang, terjadi perlambatan ekonomi di DKI Jakarta di triwulan II dibanding kuartal sebelumnya. realisasinya bahkan di luar ekspektasi BI. "Perlambatan terutama disebabkan oleh pelemahan kinerja ekspor dan impor, serta belanja pemerintah," kata Doni melalui rilis kepada media di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Doni mengatakan, faktor perlambatan perekonomian berdampak kepada mengeringnya pertumbuhan triwulan II-2017 menjadi 5,96% (yoy). Sementara triwulan sebelumnya mencapai 6,45% (yoy).

Sementara, pertumbuhan sepanjang semester I-2017 sebesar 6,20%, lebih baik ketimbang periode sama di 2016 yang mencapai 5,89%.


Sementara itu, kinerja ekspor DKI Jakarta di triwulan II-2017, mengalami pertumbuhan (perlambatan) minus 13,69% (yoy). Jelas-jelas anjlok dibanding triwulan sebelumnya yang mencatat kontraksi 5,84%.

Selain itu, kebijakan pemerintah melalui Peraturan Dirjen Perhubungan Darat tentang Pengaturan Lalu-lintas dan Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang pada masa angkutan Lebaran 2017 turut beperan dalam rendahnya aktivitas ekspor dan impor Jakarta.

Berdasarkan peraturan tersebut, angkutan barang ekspor dan impor pada masa angkutan Lebaran 2017 (21 Juni hingga 29 Juni) tidak boleh beroperasi melalui jalan nasional dan jalan tol. "Kebijakan tersebut menyebabkan menurunnya aktivitas arus barang dari dan menuju pelabuhan, termasuk yang terkait dengan kegiatan ekspor dan impor," ucap Doni.

Ia mengatakan pelemahan ekonomi juga disumbang oleh kinerja belanja pemerintah yang melemah, terutama belanja kementerian dan lembaga yang berkantor di ibu kota.

Turunnya kinerja belanja pemerintah tersebut terutama disebabkan oleh bergesernya pembayaran gaji dan tunjangan ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dari triwulan-II ke triwulan-III 2017.

Pada 2016, gaji dan tunjangan ke-13 serta gaji ke-14 (tunjangan hari raya) dibayarkan pada bulan Juni. Sedangkan pada 2017, gaji dan tunjangan tersebut baru dibayarkan pada Juli (triwulan III).

"Dampak dari ditundanya pembayaran gaji dan tunjangan ke-13 bagi PNS yaitu kontraksi terhadap konsumsi pemerintah pada triwulan II 2017 sebesar 5,15 persen (yoy)," kata Doni.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang membaik pada paruh pertama 2017 akan berlanjut pada triwulan berikutnya. Pertumbuhan konsumsi pemerintah kemungkinan naik didorong oleh belanja pegawai yang meningkat.

Selain itu, pertumbuhan investasi diperkirakan masih terjaga, didukung oleh realisasi berbagai proyek infrastruktur pemerintah. Kemudian, kegiatan ekspor dan impor kemungkinan juga akan membaik sejalan dengan perbaikan ekonomi global dan kembali normalnya jalan nasional dan jalan tol untuk kegiatan angkutan barang ekspor dan impor.

Komentar

 
x