Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 04:23 WIB

Target Ekonomi Makin Sulit, Darmin Masih Bela Diri

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 8 Agustus 2017 | 15:50 WIB
Target Ekonomi Makin Sulit, Darmin Masih Bela Diri
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution bilang, pertumbuhan ekonomi semester I-2017 sebesar 5,01% bukanlah hal jelek. Alasannya, situasi perekonomian global sedang sulit.

"Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi kita tidak jelek, walaupun tidak sebagus yang diharapkan," kata Darmin di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Darmin mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% dicapai setelah kinerja konsumsi rumah tangga, maupun ekspor dan impor, mengalami perlambatan.

Darmin menambahkan, sektor investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), memperlihatkan kinerja yang positif di triwulan II-2017. Keduanya memberikan kontribusi positif terhadap terhadap perekonomian.

Ke depan, Darmin memastikan, pemerintah akan terus mendorong kinerja investasi dengan menerbitkan paket kebijakan ekonomi terkait kemudahan berusaha. "Kita sedang menyiapkan paket besar yang menyangkut semua KL dan pemda dengan fokus mempercepat pelaksanaan investasi karena selama ini deregulasi di lapangan masih dikeluhkan terlalu lambat," kata Darmin.

Selain itu, konsumsi pemerintah yang tumbuh negatif pada triwulan II-2017 akan dipercepat realisasinya untuk menggerakkan roda perekonomian.

Menurut Darmin, komponen konsumsi pemerintah menjadi salah satu penyebab ekonomi pada triwulan II-2017, meleset dari target 5,1% "Konsumsi pemerintah tidak termasuk belanja membikin jembatan karena bukan belanja modal. Itu malah negatif. Sebenarnya, kalau itu membaik, angka 5,1 persen masih mungkin terjadi," jelas Darmin.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2017 tumbuh 5,01% (year on year).

Pertumbuhan ini didukung PMTB yang tumbuh 5,35%, konsumsi rumah tangga 4,95%, ekspor 3,36%, impor 0,55%, dan konsumsi LNPRT 8,49%.

Namun, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi dan tumbuh negatif 1,93%, karena realisasi belanja pegawai dan belanja barang yang turun dibandingkan periode sama di 2016.

Dengan demikian, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I-2017 tercatat hanya 5,01%. Sementara itu, pemerintah dalam APBNP 2017 menetapkan target pertumbuhan ekonomi 5,2%. Artinya, semester II-2017, angka pertumbuhan harus melejit minimal 5,39%. Ini bukan perkara mudah. [ipe]

 
x