Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:09 WIB

Jepang Masuk, Ribuan Buruh Gudang Garam Terancam

Oleh : - | Selasa, 8 Agustus 2017 | 16:17 WIB
Jepang Masuk, Ribuan Buruh Gudang Garam Terancam
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengingatkan pemerintah, akuisisi Japan Tobacco Inc terhadap dua anak perusahaan rokok PT Gudang Garam mengancam pekerja di pabrik tersebut.

"Japan Tobacco Inc pasti akan melakukan mekanisasi dengan mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin yang secara ekonomi lebih efisien. Satu mesin bisa menggantikan minimal 900 tenaga manusia," kata Tulus di di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Tulus mengingatkan akusisi PT HM Sampoerna oleh Philip Morris Internasional. Di mana, ribuan pekerjanya diberhentikan. Padahal, HM Sampoerna sempat menjamin tidak ada mekanisasi yang berdampak kepada PHK atau pengurangan karyawan.

"Namun, fakta berkata lain. Dalam jangka pendek akan ada rasionalisasi tenaga kerja manusia digantikan mesin dengan melakukan pemutusan hubungan kerja massal setelah diakuisisi," tutur Tulus.

Hal itu, kata Tulus, akan berimbas pada penambahan angka pengangguran yang pada akhirnya adalah peningkatan angka kemiskinan.

Japan Tobacco Inc telah mengakuisisi dengan membeli 100 persen saham dua anak perusahaan PT Gudang Garam, yaitu PT Surya Mustika Nusantara dan PT Karyadibya Mahardhika senilai US$667 juta.

Aksi korporasi perusahaan rokok multinasional dengan mengakuisisi kepemilikan saham perusahaan rokok nasional sebelumnya dilakukan Philip Morris Internasional terhadap PT HM Sampoerna.

Tulus menduga aksi korporasi tersebut oleh sebagian kalangan akan dianggap sebagai hal yang positif dari sisi ekonomi dan investasi.

Hal tersebut akan dianggap sebagai prestasi bahwa situasi dan kondisi investasi di Indonesia semakin kondusif dan akan semakin menggerakkan sektor riil. "Padahal, jika dicermati secara mendalam, hal itu justru akan menimbulkan potensi bencana ekonomi dan sosial bagi Indonesia, baik janga pendek, menengah maupun jangka panjang," ujar Tulus. [tar]

 
x