Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:26 WIB

Kalla Ingin Pertumbuhan Tinggi, Permudah Investasi

Oleh : - | Rabu, 9 Agustus 2017 | 01:39 WIB
Kalla Ingin Pertumbuhan Tinggi, Permudah Investasi
Wakil Presiden Jusuf Kalla - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan agar seluruh hambatan investasi bisa disingkirkan. Termasuk regulasi yang bikin rumit dan sulit. Agar perekonomian bisa tumbuh pesat.

"Ya, (memang) agak stagnan. Jadi memang upaya kita mempercepat yang pending-pending," kata Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Kalla mengatakan hal itu kepada para pewarta, terkait pembahasan rapat koordinasi pembangunan infrastruktur dengan Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri Kabinet Kerja.

"Saya kira sifat menunggu dari masyarakat, dari pengusaha, karena kalau kita lihat tabungan likuiditas perbankan cukup baik dan juga keinginan investasi cukup dan mungkin karena melihat kondisi nasional juga dunia," kata Kalla.

Oleh karena itu, Kalla meneruskan, pemerintah akan segera memperbaiki aturan-aturan yang tumpang-tindih baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Ya, pokoknya ada keluhan-keluhan tentang banyak aturan baik di pusat dan daerah yang menyebabkan kesulitan, ini kita masalah-masalah hukum ya tadi kita rapat tegaskan masing-masing, Menko dan juga menteri-menteri untuk perbaiki," kata Kalla.

Menteri yang dipanggil Presiden Joko Widodo dalam rapat koordinasi tentang infrastruktur, antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Pada Senin (7/8/2017), Badan Pusat Statistik mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II-2017 sebesar 5,01%. Realisasi ekonomi ini disokong investasi infrastruktur, kendaraan dan konsumsi rumah tangga.

Hanya saja, capaian pertumbuhan investasi juga masih lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya. Menurut Kalla, perlambatan investasi itu dipengaruhi tren menunggu dari pengusaha yang menunda investasi terkait perkembangan ekonomi nasional dan global. [tar]

Komentar

 
x