Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:12 WIB

YLKI: Gudang Garam Pindah Tangan, Ini Dampaknya

Oleh : - | Rabu, 9 Agustus 2017 | 02:39 WIB
YLKI: Gudang Garam Pindah Tangan, Ini Dampaknya
PT Gudang Garam - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi bilang, akuisisi dua anak perusahaan PT Gudang Garam oleh Japan Tobacco Inc bakal mengerek naik importasi tembakau.

"Peningkatan impor tembakau akan mengakibatkan penurunan penyerapan tembakau lokal. Harga tembakau impor dari China lebih murah dari tembakau lokal," kata Tulus di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Tulus mengatakan, petani tembakau lokal bakal semakin menderita dan hanya bisa gigit jari. Lantaran, serapan tembakau dalam negeri menurun akibat serbuan tembakau impor.

Akuisisi dua anak usaha PT Gudang Garam oleh Japan Tobacco Inc itu, juga mengancam klaim kretek sebagai rokok khas Indonesia. Setelah akuisisi, kepemilikan juga akan berpindah. Entitas kretek sebagai milik Indonesia akan tergerus rokok asing.

"Pada akhirnya, rokok kretek adalah rokok asing karena pemilik pabriknya asing. Tidak ada lagi klaim bahwa kretek adalah warisan budaya nasional, walaupun selama ini klaim tersebut sebenarnya sangat konyol dan tidak berdasar," tutur Tulus.

Japan Tobacco Inc telah memborong 100% saham dua anak perusahaan PT Gudang Garam, yaitu PT Surya Mustika Nusantara dan PT Karyadibya Mahardhika senilai US$667 juta. Aksi serupa pernah dilakukan Philip Morris Internasional terhadap PT HM Sampoerna.

"Padahal, jika dicermati secara mendalam, hal itu justru akan menimbulkan potensi bencana ekonomi dan sosial bagi Indonesia, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang," lanjut Tulus.[tar]

 
x