Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 04:37 WIB

Basuki Kaji Tawaran Modular Pengembang China

Oleh : - | Rabu, 9 Agustus 2017 | 03:29 WIB
Basuki Kaji Tawaran Modular Pengembang China
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono - (Foto: Inilahcom/Uji SM)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan mengkaji tawaran pengembang asal Hongkong, China, Zhong Yang-Chun Wu, tentang pembangunan rumah rakyat sistem Modular yang diklaim lebih cepat dan murah.

"Itu kan tamunya Pak JK. Ada ide-ide untuk bangun rumah murah, apartemen, public low cost housing, jadi apartemen untuk rakyat, nggak ada komitmen apa-apa, tapi intinya mereka punya metode, teknologi pembangunan apartemen menggunakan 'modular system' yang lebih cepat dan lebih murah, murahnya seberapa dia mau datang ke kantor saya," kata Basuki di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Basuki hadir mendampingi Wapres Jusuf Kalla dalam pertemuan dengan Lam Kin Chung, CEO perusahaan pengembang asal Hongkong, China, Zhong Yang-Chun Wo. Perusahaan ini menawarkan pembangunan perumahan rakyat dengan sistem modular.

Kata Basuki, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih harus mengkaji tawaran tersebut. Tentunya melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR. Kebetulan, Kementerian PUPR sudah menerapkan sistem tersebut.

"Pasti saya akan bawa Balitbang karena Balitbang juga punya teknologi itu, jadi kita yang penting lebih cepat, lebih baik, lebih murah," kata dia.

Selain itu, Basuki menambahkan, pihaknya juga akan mempertimbangkan tawaran dari Lam Kin Chung yang akan menyertakan progam pembiayaan pada setiap rumah rakyat yang akan dibangun mereka.

"Belum ada persetujuan apa-apa, mereka hanya menawarkan saja, membuka ide bahwa mereka bisa membawa teknologinya yang modular, kalau memang itu, ada program pemerintah sejuta rumah mereka bisa berkontribusi, misalnya, seratus ribu rumah saja mereka akan bawa 'financing' juga," kata dia.

Sementara, CEO Zhong Yang-Chun Wo, Lam Kin Chung bilang, konsep yang ditawarkan sudah dirancang khusus untuk pembangunan apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kami berpikir bagaimana merancang perumahan untuk orang miskin di sini, sejujurnya saya cukup bagus di bidang properti di Hongkong sehingga saya ingin membantu orang miskin untuk memiliki apartemen murah," kata Lam. [tar]

 
x