Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:03 WIB

Faisal: Kebijakan HET Suburkan Penyelundupan

Oleh : - | Rabu, 9 Agustus 2017 | 04:29 WIB
Faisal: Kebijakan HET Suburkan Penyelundupan
Ekonom UI Faisal Basri - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom UI Faisal Basri menilai, intervensi pemerintah berupa eceran tertinggi (HET) untuk komoditas, termasuk beras membuka peluang bagi maraknya penyelundupan.

"Yang bahaya adalah tatkala harga sudah ditetapkan, harga menjadi tidak fleksibel karena penetapan tersebut. Kalau ada disparitas harga yang begitu tinggi, niscaya penyelundupan akan marak," kata Faisal dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini menjelaskan, penetapan harga beras di tingkat konsumen sebesar Rp9.500, sesuai Permendag Nomor 27 Tahun 2017, justru menimbulkan kegelisahan bagi petani dan pengusaha beras. Bisa jadi bakal berbuntut kepada turunnya produksi lantaran pedagang takut dianggap menjual beras di atas harga acuan.

Faisal menilai, cara pemerintah menjaga stabilitas pangan hanya berfokus pada sektor hilir. Yakni, menekan harga yang justru berdampak kepada turunnya produksi serta melemahnya penjualan.

Di sisi lain, biaya produksi beras yang semakin tinggi menambah beban petani. Khususnya sewa lahan yang semakin mahal menyedot 42% biaya produksi.

Faisal menyebutkan, beras merupakan komoditas yang sangat sedikit diperdagangkan di dunia, yakni hanya 3%-4% yang diekspor dari keseluruhan produksi.

Selain itu, kata Faisal, tolak ukur kemiskinan ditentukan dari konsumsi beras, yakni sebesar 26,46% di desa dan 20,11% di kota. "Cara paling efektif untuk mengentaskan orang miskin adalah instrumen beras. Harga beras naik 2 persen, bisa kacau, kemiskinan langsung naik," kata Faisal.

Faisal menyarankan, pemangku kepentingan perberasan harus duduk bersama untuk mencari solusi agar petani dan konsumen sama-sama diuntungkan sebelum harga terus merangkak naik karena pasokan tersendat akibat pengusaha takut dituduh menimbun dan memanipulasi harga. [tar]

 
x