Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 04:23 WIB

Sri Mulyani Gantungkan Harapan di Dua Hal Ini

Oleh : - | Rabu, 9 Agustus 2017 | 09:08 WIB
Sri Mulyani Gantungkan Harapan di Dua Hal Ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Inilahcom/Didik Setiawan)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sangat berharap, kinerja investasi dan ekspor pada triwulan III dan IV-2017 bisa lebih baik. Kalau tidak, pertumbuhan ekonomi bakal rontok.

"Kami harapkan investasi dan ekspor akan terus membaik di triwulan III dan IV-2017," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Sri Mulyani mengakui, kinerja investasi dan ekspor memperlihatkan pergerakan yang positif selama Januari hingga Juni 2017. Artinya, masih layak diandalkan untuk bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di semester II-2017.

Di sisi lain, Sri Mulyani berharap, inflasi bisa tetap rendah. Pada Juli 2017, angkanya 2,6%. Dengan terjaganya inflasi bisa membantu pergerakan konsumsi tang pada triwulan II-2017 mencapai 4,95%.

"Kami harap dengan inflasi yang tidak setinggi perkiraan awal, masih di bawah empat persen, momentum untuk konsumsi akan muncul lagi pada triwulan III dan IV," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini

Sri Mulyani memastikan pemberian bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan dan beras Rastra bisa mendorong daya beli bagi masyarakat kelas menengah bawah dan ikut memberikan kontribusi kepada konsumsi rumah tangga.

"Eksekusinya memang agak terlambat, tapi itu bisa meningkatkan kapasitas masyarakat, terutama untuk kelas bawah, untuk bisa mendapatkan momentum dan meningkatkan konsumsinya," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian nasional pada triwulan II-2017 hanya tumbuh 5,01% (yoy). Pertumbuhan ini didukung investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 5,35%, konsumsi rumah tangga 4,95%, ekspor 3,36%, dan impor 0,55%.

Namun, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi dan tumbuh negatif 1,93%, karena realisasi belanja pegawai dan belanja barang yang turun dibandingkan periode sama di 2016.

Meski demikian, belanja bantuan sosial dari pemerintah untuk perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan justru meningkat sebesar 18,61% pada periode ini. Dengan demikian, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I-2017 tercatat mencapai 5,01%.[tar]

 
x