Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 09:56 WIB

JK Ingin Tancap Gas Kurangi Angka Kemiskinan

Oleh : - | Rabu, 9 Agustus 2017 | 13:20 WIB
JK Ingin Tancap Gas Kurangi Angka Kemiskinan
Wakil Presiden Jusuf Kalla - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta semua pihak lebih serius dalam mengurangi angka kemiskinan. Saat ini, hasilnya masih kurang terasa. Penurunan jumlah orang miskin belum maksimal.

"Banyak usaha-usaha dilakukan, namun belum cukup walaupun ada hasilnya. Terbukti dengan kemiskinan turun, kita masih stagnan dalam mengurangi kemiskinan," kata Kalla saat membuka Indonesia Development Forum 2017 di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

JK, sapaan akrabnya bilang, tujuh tahun terakhir, secara persentase, angka kemiskinan di Indonesia turun hanya 3%. Karena masih rendah, dirinya ingin lebih kerja keras dan digencarkan.

Dia mencontohkan, langkah-langkah yang telah diambil antara lain dengan memberikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk usaha kecil, serta program afirmasi dengan kartu pintar maupun kartu sehat serta dengan memberikan upah minimum. "Tentu berbeda jaman sesuai ekonomi, ideologi ekonomi, tahun 70-80 an kita menganut ekonomi terbuka, sekarang pemerintah kita menganut teori negara harus punya campur tangan lebih banyak lagi. Karena itu maka program pemberdayaan harus sejalan sesuai secara umum," kata JK.

Lebih lanjut JK mengatakan, rasio gini memang mengalami sedikit perbaikan tapi dari segi konsumsi bukan dari segi pendapatan. "Apabila dari segi pendapatan bisa saja berbeda dari segi konsumsi. Karena itu maka perlu usaha keras bagi kita semua untuk tingkatkan produktifitas barulah lebih baik gini rasio pendapatan," mantan Ketum Partai Golkar ini.

Hal penting yang harus dilakukan untuk mengurangi kesenjangan menurut Wapres adalah bagaimana meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluarannnya.

Selama ini pemerintah telah banyak diberi berbagai macam subsidi seperti subsidi bahan bakar, pupuk dan subsidi yang lainnya. "Kita pernah capai subsidi hampir Rp400 triliun, 20% dari APBN kita tahun 2014. Sekarang ini subsidi turun karena harga minyak turun. Tapi tetap diberi subsidi besar untuk bahan bakar, raskin bagi warga kurang mampu. Kita juga berikan juga program PKH dan subsidi lain, tapi ini belum cukup. Yang penting adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat secara keseluruhan," jelas JK.

Namun menurut politisi senior ini, jika pemerintah memberikan subsidi besar akan mengurangi kemampuan untuk membangun infrastruktur dan lain-lain. "Maka subsidi KUR, program dana desa mestinya tentu diperbaiki dan diperbanyak walaupun banyak kritikan meski bagaimana kita memberi dana besar ke desa dan bocor di kalangan menengah. Begitu juga program kesehatan, kemungkinan anak-anak kita kerdil, stunting juga tentu pendidikan lebih baik agar terjadi suatu pemerataan baik," kata JK. [tar]

Komentar

 
x