Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 01:32 WIB

Konservasi Alam adalah Konservasi Kehidupan Kita

Oleh : - | Rabu, 9 Agustus 2017 | 14:01 WIB
Konservasi Alam adalah Konservasi Kehidupan Kita
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Situbondo - Potensi wisata alam pada kawasan konservasi di Indonesia berada pada 556 unit kawasan konservasi seluas sekitar 27 juta hektar. Menurut fungsinya dikelola sebagai Taman Nasional 52 unit, Taman Wisata Alam 118 unit, Taman Hutan Raya 28 unit, Taman Buru 11 unit, Cagar Alam 219 unit, Suaka Margasatwa 72 unit, serta Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam 56 unit.

Untuk memasyarakatkan konservasi alam secara nasional sebagai sikap hidup dan budaya bangsa, Presiden RI pada 2009 melalui Keputusan Presiden no. 22 Tahun 2009 telah menetapkan pada 10 Agustus sebagai Hari Konservasi Alam Nasional. Tanggal tersebut merupakan tanggal ditetapkannya UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pada tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyelenggarakan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) dengan tema "Konservasi Alam-Konservasi Kita", yang puncaknya dilaksanakan di Taman Nasional (TN) Baluran di Kabupaten Situbondo-Jawa Timur. Makna dan pesan yang terkandung dalam tema tersebut adalah bahwa konservasi alam itu pada hakikatnya adalah untuk kehidupan kita umat manusia serta mahluk hidup lainnya.

Penentuan lokasi puncak HKAN tahun 2017 pada TN Baluran merupakan pilihan tepat. Hal ini disebabkan karena taman nasional ini merupakan milestone upaya konservasi alam, dan merupakan salah satu taman nasional yang ditetapkan pertama kali di Indonesia bersama 4 taman nasional lainnya. Selain itu, TN Baluran memiliki type ekosistem savana yang khas perpaduan ekosisten lautan, pantai dan daratan yang menghasilkan keanekaragaman hayati luar biasa sehingga mendapat julukan "little africa van java" dengan jenis-jenis satwa liar besar seperti banteng, kerbau liar, rusa, dll.

Sebagai bagian rangkaian acara peringatan HKAN 2017, Ketua Panitia Pelaksana Hari Konservasi Alam Nasional, Is Mugiono, membuka secara resmi Pameran Konservasi Alam dan Produk Unggulan dalam rangka Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2017 yang berlangsung dari tanggal 8-11 Agustus 2017 di TN Baluran.

Pameran kali ini diikuti 36 institusi, terdiri dari Unit Pelaksana Teknis lingkup Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK (KSDAE) 24 institusi, Direktorat lingkup KSDAE 3 institusi, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Brantas Jawa Timur, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Jawa Timur 1 institusi, SKPD Kabupaten Situbondo 1 institusi, Perhutani 2 institusi, dan mitra lainnya 4 institusi.

Penyelenggaraan Pameran Konservasi Alam pada setiap peringatan HKAN telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2015. Pameran tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kali sejak HKAN diperingati secara nasional, mulai di TN Ujung Kulon (2015), TN Bali Barat (2016) dan TN Baluran tahun 2017.

Is Mugiono selaku Ketua Panitia Pelaksana HKAN, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran konservasi sebagai sarana memperkenalkan dan memberikan informasi tentang kegiatan-kegiatan konservasi, menumbuhkan persepsi dan kesadaran pentingnya konservasi, dan memotivasi peserta jambore.

"Pameran konservasi alam kali ini selain sebagai ajang untuk sosialisasi, promosi dan edukasi juga diharapkan menjadi ajang pamer "success stories" kegiatan-kegiatan konservasi alam yang dilakukan masing-masing tempat, baik dari aspek perlindungan, pengawetan maupun pemanfaatan," tegas Is Mugiono.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan bahwa "Keberadaan kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati di dalamnya harus kita jaga agar proses-proses ekologis pendukung sistem penyangga kehidupan tetap berjalan sehingga mampu memberikan manfaat secara lestari dan berkelanjutan bagi kesejahteraan manusia baik saat ini dan masa mendatang". [*]

Komentar

 
x