Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:21 WIB

Sebentar Lagi Ada Cokelat Rasa Kampus UGM

Oleh : - | Rabu, 9 Agustus 2017 | 18:09 WIB
Sebentar Lagi Ada Cokelat Rasa Kampus UGM
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Batang - Tak banyak kampus yang nyemplung ke bisnis dengan membangun pabrik. Mungkin salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, bikin pabrik cokelat.

Bupati Batang, Wihaji di Batang, Jawa Tengah, Rabu (9/8/2017), mengatakan, adanya pabrik coklat terbesar itu akan sangat menguntungkan dalam jangka panjang yaitu meningkatkan perekonomian ekonomi masyarakat Batang.

"Yang jelas adanya investasi baru di Batang pasti akan menguntungkan baik dilihat dari sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) pasti akan terserap. Oleh karena kami berharap pabrik coklat itu segera dibangun dan beroperasi," kata Wihaji.

Wihaji bilang, berdirinya pabrik cokelat itu menyerap banyak tenaga kerja lokal, sehingga dapat membantu mengentaskan rakyat miskin dan pengangguran. "Warga usia produktif dipastikan memiliki peluang lapangan pekerjaan tetap. Selanjutnya, dari segi pajak juga akan dapat diperoleh pemkab setiap tahun," kata Wihaji.

Pembangunan pabrik coklat di Desa Segayung, Kecamatan Tulis itu membutuhkan areal seluas 2,8 hektar dengan bangunan fisik seluas 4.000 meterpersegi dan berada di tengah perkebunan seluas 165 hektar.

Wihaji mengatakan, pembangunan pabrik cokelat itu diperkirakan selesai 2018. Selanjutnya akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa agrowisata untuk pemberdayaan UKM dalam bentuk shelter usaha. "Jika beroperasi, tentunya pabrik akan membutuhkan kakao sangat tinggi. Oleh karena, kami akan memperdayakan petani turut dalam mendukung stok bagi pabrik coklat," kata Wihaji.

Ia mengatakan dirinya sudah memerintahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk lebih menggarap sektor kakao dengan memperluas area lahan dan meningkatkan produktifitasnya. "Pembangunan pabrik coklat itu diperkirakan akan menghabiskan dana Rp105 miliar yang berasal dari Kementerian Perindustrian," kata Wihaji. [tar]

Komentar

 
x