Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 18:48 WIB

BKPM Tawarkan Proyek RS Senilai Rp546 M

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 10 Agustus 2017 | 00:39 WIB
BKPM Tawarkan Proyek RS Senilai Rp546 M
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Pemkot Medan dan Japan International Cooperation Agency (JICA) mengadakan kegiatan Market Sounding Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Pirngadi Kota Medan.

Berdasarkan studi yang dilakukan JICA total investasi yang diperlukan untuk pengembangan proyek tersebut mencapai Rp 546 miliar.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan feedback dari peserta untuk meningkatkan kualitas studi kelayakan proyek untuk kemudian menjadi siap dilelang. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan Market Sounding ini dihadiri oleh lebih kurang 60 orang peserta yang terdiri dari investor yang bergerak di bidang jasa pengelolaan rumah sakit, kontraktor, industri dan penyalur alat kesehatan, perbankan, lembaga keuangan, dan konsultan terkait, baik perusahaan asing maupun perusahaan dalam negeri.

Beberapa perusahaan yang hadir di antaranya GE Healthcare, Marubeni, Nusantara Infrastructure, Hyundai Engineering, PricewaterhouseCoopers, Deloitte, BNP Paribas, dan lain-lain.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P. Hutapea menyatakan bahwa kegiatan Market Sounding ini dilaksanakan oleh BKPM sebagai salah satu kegiatan dari Kantor Bersama KPBU yang telah dibentuk pada Februari 2017.

Kantor Bersama KPBU ini memiliki 4 fungsi utama, yaitu sebagai pusat informasi terpadu mengenai proyek KPBU, sarana penguatan kapasitas aparatur negara dalam hal KPBU, pusat pelayanan dan pendampingan proyek KPBU, serta pusat koordinasi antara simpul-simpul KPBU di masing-masing kementerian dan lembaga.

BKPM sendiri memiliki tugas melakukan kegiatan Market Sounding serta Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan di bidang Penanaman Modal. "Ketersediaan infrastruktur yang memadai akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan mendukung peningkatan investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Koperasi. Pengembangan potensi pembiayaan pembangunan infrastruktur dilakukan dengan meningkatkan pemanfaatan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kerja sama yang dimaksud dilaksanakan dalam rangka mempercepat pencapaian sasaran pembangunan nasional dengan melibatkan badan usaha, khususnya pihak swasta, dalam penyediaan infrastruktur publik," ujarnya melalui keterangan tertulisnya kepada media di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Medan, Dzulmi Eldin yang menyampaikan harapan terhadap pengembangan rumah sakit ini dalam sambutannya, "Dengan pengembangan rumah sakit ini, pelayanan yang diberikan semakin berkualitas, pelanggan semakin meningkat baik masyarakat yang berpenghasilan tinggi maupun masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga menjadi subsidi silang yang lebih mengoptimalkan fungsi sosial rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat," jelas Dzulmi.

Dalam rangka merealisasikan kebijakan penggunaan skema KPBU dalam penyediaan infrastruktur di Indonesia, Market Sounding adalah program BKPM untuk mempromosikan proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan kepada badan usaha. Di samping mempromosikan proyek infrastruktur, dalam kegiatan ini pula disampaikan kebijakan-kebijakan terbaru dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur.

Sementara Kepala Bappeda Kota Medan, Wiriya Alrahman menjelaskan, proyek pengembangan RSUD ini diharapkan dapat menarik seluruh lapisan masyarakat untuk berobat (peserta BPJS-PBI, peserta BPJS-Non PBI, Pasien Umum). "Selain itu, dengan adanya layanan medis lanjutan serta kenyamanan dan kemudahan yang didapat melalui pendirian ruang perawatan baru diharapkan dapat pula meningkatkan kinerja keuangan rumah sakit," ungkap Wiriya.

Selain pemaparan proyek, pada acara hari ini juga dipresentasikan paparan terkait dukungan Pemerintah Pusat dalam pembangunan infrastruktur yang disampaikan oleh Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Keuangan. Sementara perwakilan Direktorat Pendapatan Daerah, Kementerian Dalam Negeri menyampaikan tentang mekanisme Availability Payment dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

RSUD dr. Pirngadi Kota Medan pertama kali didirikan pada 11 Agustus 1928 oleh Pemerintah Belanda. Cakupan proyek pengembangan rumah sakit ini meliputi pembangunan ruang perawatan, ruang pelayanan medis dan renovasi bangunan serta pengadaan alat-alat kesehatan. Skema KPBU yang akan digunakan untuk pengembalian investasi adalah Availability Payment, dimana Pemerintah akan melakukan pembayaran kepada investor secara berkala atas tersedianya fasilitas rumah sakit selama masa konsesi. [fdl]

Komentar

 
x